Kemlu bantu pulangkan 3 nelayan RI dari Papua Nugini

Rabu, 06 Februari 2013 - 21:18 WIB
Kemlu bantu pulangkan...
Kemlu bantu pulangkan 3 nelayan RI dari Papua Nugini
A A A
Sindonews.com - Kemlu RI bantu pulangkan tiga nelayan Indonesia yang berasal dari pantai Hamadi Jayapura Papua, yang terdampar di perairan Papua Nugini, Selasa (5/2/2013). Tiga nelayan itu adalah Thalib, Baba dan Nazir.

Serah terima kepada pihak keluarga nelayan dilakukan oleh Konsul RI di Vanimo, Jahar Gultom dan Kepala BPKLN Provinsi Papua. Serah terima bertempat di Ruang Rapat BPKLN Provinsi Papua.

Tiga nelayan ini sebelumnya dilaporkan hilang di laut oleh pihak keluarga, setelah sebelumnya melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia dengan menggunakan perahu tempel motor pada 24 Januari. Ketika mereka hendak pulang, tiba-tiba badai laut menghantam perahu mereka, sehingga mesin perahu rusak dan mereka terbawa arus.

Selama enam hari nelayan ini terombang-ambing di laut dan akhirnya terbawa arus laut dan angin sampai ke perairan Papua Nugini yang terletaknya di bibir pantai terpencil Desa Kauk, antara Aitape dan Propinsi Wewak.

Pada 30 Januari 2013, seorang penduduk di Kauk, Provinsi East Sepik melihat tiga nelayan yang terombang-ambing di laut ini meminta pertolongan dan warga setempat memberikan penyelamatan dan menampung nelayan ini menginap satu malam di rumah warga di Desa Kauk.

Esok harinya, mereka dipindahkan dari rumah warga ke penampungan sementara pos Polisi Daerah Wewak, tiga jam dari Desa Kauk. Pada malam harinya, seorang warga asal Papua yang sudah lama tinggal di Wewak menawarkan diri untuk menampung nelayan ini di rumahnya, sambil menunggu proses pengurusan pemulangan ke Vanimo.

Mendapat laporan kejadian ini dari Polisi setempat, Konsulat RI di Vanimo langsung berkomunikasi dengan Kepolisian di Propinsi West Sepik dan Wewak guna memastikan kondisi nelayan yang terdampar dan memberikan pertolongan.

Desa Kauk yang cukup terpencil dengan akses jalan raya yang sangat buruk, serta kondisi cuaca di laut yang sulit, mengharuskan Konsulat RI berkoordinasi dengan aparat setempat.

"Sebelumnya, saat ketiga nelayan berada di penampungan warga di Desa Kauk, staf Konsulat telah berbicara dengan mereka untuk memastikan bahwa Konsulat akan memberikan pertolongan dengan menyedikan boat atau mobil sewaan untuk mengangakut mereka kembali ke Vanimo," demikian disampaikan dalam rilis kepada Portal Kemlu.

Dengan berkoordinasi dengan aparat setempat, akhirnya pada Senin 4 Februari, ketiga nelayan ini baru bisa diberangkatkan dari Wewak ke Aitape. Dengan didampingi polisi setempat, tiga nelayan ini tiba di Vanimo dan langsung dibawa ke Konsulat RI.
(esn)
Berita Terkait
Terobos Perbatasan Laut,...
Terobos Perbatasan Laut, 8 ABK Indonesia Ditangkap Otoritas Papua Nugini
Dukung OPM, Batalion...
Dukung OPM, Batalion di PNG Siap Perang dengan Indonesia
Terobos Perbatasan Laut,...
Terobos Perbatasan Laut, 8 Nelayan Wakatobi Ditangkap Otoritas Papua Nugini
Nelayan Indonesia Ditembak...
Nelayan Indonesia Ditembak Tentara Papua Nugini, Ini Respons Polda Papua
3 Negara Tetangga Indonesia...
3 Negara Tetangga Indonesia yang Pernah Perang Antarsuku
Respon Resmi PNG Soal...
Respon Resmi PNG Soal Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
41 menit yang lalu
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
1 jam yang lalu
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
5 jam yang lalu
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
6 jam yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved