Bantuan PBB berhasil mencapai wilayah pemberontak Suriah
Jum'at, 01 Februari 2013 - 22:00 WIB
Bantuan PBB berhasil mencapai wilayah pemberontak Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR) untuk pertama kalinya berhasil mencapai wilayah yang dikuasai kaum pemberontak Suriah, Jumat (1/2/2013). Wilayah yang sudah tersentuh bantuan PBB itu adalah Azaz, yang terletak di utara Suriah.
UNHCR yakin, ada sekitar 45 ribu pengungsi di Azaz. Para pengungsi ini hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp-kamp darurat. “Ini adalah daerah yang belum bisa dicapai PBB sejak awal konflik,” kata Yacoub El Hillo, Direktur UNHCR untuk kawasan Timur Tengah dan Utara Afrika Biro, seperti dikutip dari Reuters.
Azaz terletak dekat dengan perbatasan Turki, di mana sekitar 10 ribu pengungsi telah menyeberangi perbatasan untuk mencari perlindungan di Turki. "Kamp pengungsi sementara di Azaz berada dalam kondisi memprihatinkan. Jadi, semoga ini adalah awal dari konvoi bantuan berikutnya ke daerah ini,” lanjut Hillo.
Pemerintah Suriah melarang badan-badan PBB untuk memasuki daerah yang dikuasai pemberontak di seluruh perbatasan. Namun, sejumlah lembaga-lembaga bantuan, termasuk Medecins Sans Frontieres telah beroperasi aktif di Azaz, yang saat ini tengah dilanda musim dingin parah.
"Mereka ingin kita untuk terus memberikan bantuan, tapi itu tidak bisa terjadi tanpa andil pemerintah Suriah. Untuk mendaratkan pesawat di dekat Latakia, kami harus memiliki izin mendarat dan juga untuk mengerakan konvoi truk bantuan," lanjut Hillo.
UNHCR yakin, ada sekitar 45 ribu pengungsi di Azaz. Para pengungsi ini hidup dalam kondisi memprihatinkan di kamp-kamp darurat. “Ini adalah daerah yang belum bisa dicapai PBB sejak awal konflik,” kata Yacoub El Hillo, Direktur UNHCR untuk kawasan Timur Tengah dan Utara Afrika Biro, seperti dikutip dari Reuters.
Azaz terletak dekat dengan perbatasan Turki, di mana sekitar 10 ribu pengungsi telah menyeberangi perbatasan untuk mencari perlindungan di Turki. "Kamp pengungsi sementara di Azaz berada dalam kondisi memprihatinkan. Jadi, semoga ini adalah awal dari konvoi bantuan berikutnya ke daerah ini,” lanjut Hillo.
Pemerintah Suriah melarang badan-badan PBB untuk memasuki daerah yang dikuasai pemberontak di seluruh perbatasan. Namun, sejumlah lembaga-lembaga bantuan, termasuk Medecins Sans Frontieres telah beroperasi aktif di Azaz, yang saat ini tengah dilanda musim dingin parah.
"Mereka ingin kita untuk terus memberikan bantuan, tapi itu tidak bisa terjadi tanpa andil pemerintah Suriah. Untuk mendaratkan pesawat di dekat Latakia, kami harus memiliki izin mendarat dan juga untuk mengerakan konvoi truk bantuan," lanjut Hillo.
(esn)