Militan Kurdi bantah akan letakkan senjata
Kamis, 31 Januari 2013 - 23:39 WIB
Militan Kurdi bantah akan letakkan senjata
A
A
A
Sindonews.com – Militan Kurdi membantah laporan yang menyebut bahwa mereka akan meletakkan senjata dan menarik diri keluar dari wilayah Turki. Menurut Partai Pekerja Kurdistan (PKK), berita ini adalah bagian dari "perang psikologis yang disengaja".
"Laporan tentang hal ini diproduksi atas dasar kebohongan. Hal ini dilakukan untuk untuk memanipulasi opini publik," kata pernyataan PKK, yang dirilis oleh kantor berita pro Kurdi, Firat, Kamis (31/1/2013)
Sebelumnya, media pro Pemerintah Turki, Sabah melaporkan bahwa pemimpin PKK yang saat ini berada dipenjara, Abdullah Ocalan akan mendeklarasikan gencatan senjata dalam waktu 10 hari. Sikap ini akan diikuti dengan penarikan pemberontak dari wilayah Turki pada 21 Maret mendatang.
Laporan serupa juga disampaikan media Turki lainnya, Hurriyet, yang menyebut militan PKK akan mendeklarasikan gencatan senjata dan mulai menarik diri ke daerah utara Irak pada musim semi mendatang, di bawah jadwal yang disepakati antara Ocalan dan badan intelijen Turki.
Dengan adanya bantahan ini, maka upaya penyelesaian konflik dua dekade antara Pemerintah Turki dengan kaum Kurdistan masih mengambang. Belum ada tanggapan dari Pemerintah Turki soal bantahan PKK ini.
"Laporan tentang hal ini diproduksi atas dasar kebohongan. Hal ini dilakukan untuk untuk memanipulasi opini publik," kata pernyataan PKK, yang dirilis oleh kantor berita pro Kurdi, Firat, Kamis (31/1/2013)
Sebelumnya, media pro Pemerintah Turki, Sabah melaporkan bahwa pemimpin PKK yang saat ini berada dipenjara, Abdullah Ocalan akan mendeklarasikan gencatan senjata dalam waktu 10 hari. Sikap ini akan diikuti dengan penarikan pemberontak dari wilayah Turki pada 21 Maret mendatang.
Laporan serupa juga disampaikan media Turki lainnya, Hurriyet, yang menyebut militan PKK akan mendeklarasikan gencatan senjata dan mulai menarik diri ke daerah utara Irak pada musim semi mendatang, di bawah jadwal yang disepakati antara Ocalan dan badan intelijen Turki.
Dengan adanya bantahan ini, maka upaya penyelesaian konflik dua dekade antara Pemerintah Turki dengan kaum Kurdistan masih mengambang. Belum ada tanggapan dari Pemerintah Turki soal bantahan PKK ini.
(esn)