Ledakan bom di Afghanistan tewaskan dua anak kecil
Kamis, 31 Januari 2013 - 12:46 WIB
Ledakan bom di Afghanistan tewaskan dua anak kecil
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah ledakan bom menewasakan dua anak kecil di Khost, Provinsi Nangarhar, wilayah Timur Afghanistan, Rabu (30/1/2013).
"Sebuah bom meledak dekat sebuah toko di Distrik Sabari saat polisi sedang melakukan patroli rutin. Akibat ledakan tersebut dua anak kecil tewas sementara empat orang yang tengah melintas di lokasi tersebut terluka," ungkap pejabat kantor gubernur Provinsi Nangarhar seperti dilansir Presstv, Kamis (31/1/2013).
Sementara itu, di wilayah lain serangan penembakan menimpa seorang pegawai pemerintah. Departemen Pendidikan Afghanistan dalam sebuah pernyataan mengatakan salah satu pegawai mereka tewas ditembak oleh sejumlah orang bersenjata.
Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan tersebut. Serangan tersebut terjadi tiga hari setelah serangan bom pinggir jalan di Provinsi Kandahar. Akibat ledakan tersebut sedikitnya, delapan anggota kepolisian Afghanistan dan dua orang yang dicurigai sebagai anggota Taliban Afghanistan yang baru saja ditahan oleh petugas kepolisian.
Di hari yang sama operasi pembendungan teroris yang dilancarkan polisi Afghanistan dalam 24 jam terakhir berhasil menangkap 5 militan Taliban. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengungkapkan, lima anggota militan Taliban berhasil diringkus dalam operasi yang dilancarakan di Provonsi Baghlan, Wardak, Kandahar, Zabul dan Paktika. Dari tangan para tersangka polisi juga berhasil menyita sejumlah senjata dan amunisi, termasuk 49 senjata untuk menyerang kendaraan, dua senapan serbu dan bahan peledak berbobot 1.010 kg.
"Sebuah bom meledak dekat sebuah toko di Distrik Sabari saat polisi sedang melakukan patroli rutin. Akibat ledakan tersebut dua anak kecil tewas sementara empat orang yang tengah melintas di lokasi tersebut terluka," ungkap pejabat kantor gubernur Provinsi Nangarhar seperti dilansir Presstv, Kamis (31/1/2013).
Sementara itu, di wilayah lain serangan penembakan menimpa seorang pegawai pemerintah. Departemen Pendidikan Afghanistan dalam sebuah pernyataan mengatakan salah satu pegawai mereka tewas ditembak oleh sejumlah orang bersenjata.
Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan tersebut. Serangan tersebut terjadi tiga hari setelah serangan bom pinggir jalan di Provinsi Kandahar. Akibat ledakan tersebut sedikitnya, delapan anggota kepolisian Afghanistan dan dua orang yang dicurigai sebagai anggota Taliban Afghanistan yang baru saja ditahan oleh petugas kepolisian.
Di hari yang sama operasi pembendungan teroris yang dilancarkan polisi Afghanistan dalam 24 jam terakhir berhasil menangkap 5 militan Taliban. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengungkapkan, lima anggota militan Taliban berhasil diringkus dalam operasi yang dilancarakan di Provonsi Baghlan, Wardak, Kandahar, Zabul dan Paktika. Dari tangan para tersangka polisi juga berhasil menyita sejumlah senjata dan amunisi, termasuk 49 senjata untuk menyerang kendaraan, dua senapan serbu dan bahan peledak berbobot 1.010 kg.
(esn)