100 militan Kurdi dikabarkan siap letakkan senjata
Selasa, 29 Januari 2013 - 23:31 WIB
100 militan Kurdi dikabarkan siap letakkan senjata
A
A
A
Sindonews.com - Sebagai bagian dari upaya terbaru menuju proses perdamaian antara Pemerintah Turki dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sejumlah langkah akan dilakukan oleh PKK.
Kelompok 100 PKK dilaporkan akan menarik diri dari wilayah Turki dan meletakkan senjata mereka sebagai sebuah langkah simbolis untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama tiga dasawarsa.
Seperti dilaporkan harian Hurriyet, Selasa (29/1/2013), langkah ini diperkirakan akan berlangsung pada musim semi. “Ini adalah bagian dari tindakan membangun kepercayaan terhadap proses perdamaian," sebut laporan Hurriyet.
Rencana aksi ini bisa terwujud setelah para pejabat intelijen Turki dan pemimpin PKK dilaporkan telah melakukan pembicaraan awal atas proses perdamaian, baru-baru ini.
Sementara itu, harian Taraf mengatakan, pertemuan berikutnya antara pejabat Turki dan para pemimpin PKK dijadwalkan akan dilangsungkan di Arbil, Irak utara, lokasi yang menjadi tempat persembunyian PKK.
Pada Desember 2012, Pemerintah Turki mengumumkan, bahwa mereka telah meluncurkan pembicaraan baru dengan pemimpin PPK yang saat ini mendekam dipenjara, Abdullah Ocalan, untuk menengahi kesepakatan guna melucuti senjata kelompok tersebut.
PKK, yang dimasukan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengangkat senjata pada 1984, dalam upaya untuk menciptakan pemerintahan sendiri di tenggara Turki. Sejak itu, lebih dari 35 ribu orang telah tewas dalam konflik yang melibatkan berbagai kelompok.
Kelompok 100 PKK dilaporkan akan menarik diri dari wilayah Turki dan meletakkan senjata mereka sebagai sebuah langkah simbolis untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung selama tiga dasawarsa.
Seperti dilaporkan harian Hurriyet, Selasa (29/1/2013), langkah ini diperkirakan akan berlangsung pada musim semi. “Ini adalah bagian dari tindakan membangun kepercayaan terhadap proses perdamaian," sebut laporan Hurriyet.
Rencana aksi ini bisa terwujud setelah para pejabat intelijen Turki dan pemimpin PKK dilaporkan telah melakukan pembicaraan awal atas proses perdamaian, baru-baru ini.
Sementara itu, harian Taraf mengatakan, pertemuan berikutnya antara pejabat Turki dan para pemimpin PKK dijadwalkan akan dilangsungkan di Arbil, Irak utara, lokasi yang menjadi tempat persembunyian PKK.
Pada Desember 2012, Pemerintah Turki mengumumkan, bahwa mereka telah meluncurkan pembicaraan baru dengan pemimpin PPK yang saat ini mendekam dipenjara, Abdullah Ocalan, untuk menengahi kesepakatan guna melucuti senjata kelompok tersebut.
PKK, yang dimasukan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa, mengangkat senjata pada 1984, dalam upaya untuk menciptakan pemerintahan sendiri di tenggara Turki. Sejak itu, lebih dari 35 ribu orang telah tewas dalam konflik yang melibatkan berbagai kelompok.
(esn)