AS tidak percaya laporan media soal Fordow
Selasa, 29 Januari 2013 - 14:31 WIB
AS tidak percaya laporan media soal Fordow
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) tidak percaya laporan media yang memberitakan bahwa pabrik pengayaan uranium Iran meledak, Senin (28/1/2013). Awal pekan lalu, sejumlah media mengatakan, bahwa ada ledakan di situs pengayaan nuklir bawah tanah Fordow, yang terletak di Kota Suci Qom, Iran.
"Kami tidak memiliki informasi dan tidak dapat mengkonfirmasi tuduhan yang dilaporkan tersebut. Selain itu, kami juga tidak akan percaya dengan sejumlah laporan yang tidak kredibel," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney seperti dilansir Reuters, Selasa (29/1/2013).
"Kami tidak yakin bahwa mereka adalah sumber yang dapat dipercaya," imbuh Carney.
Di hari yang sama, sejumlah diplomat di markas IAEA di Wina, mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki informasi apa pun terkait insiden di Fordow. IAEA yang rutin memeriksa situs nuklir Iran, termasuk Fordow, belum memberikan komentar apapun terkait laporan ini.
Bantahan resmi juga datang dari Iran. Wakil Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Saeed Shamseddin Bar Broudi mengatakan kabar palsu soal ledakan di Fordow adalah propaganda Barat menjelang perundingan nuklir untuk mempengaruhi mereka akan proses dan hasil perundingan tersebut.
Beberapa media Israel dan Barat mengatakan, ledakan itu menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan. Pada akhir 2011, pabrik di Fordow mulai memproduksi uranium yang diperkaya sampai 20 persen. Sebelumnya, beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan Iran untuk menangguhkan semua pengayaan uranium.
"Kami tidak memiliki informasi dan tidak dapat mengkonfirmasi tuduhan yang dilaporkan tersebut. Selain itu, kami juga tidak akan percaya dengan sejumlah laporan yang tidak kredibel," ujar Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney seperti dilansir Reuters, Selasa (29/1/2013).
"Kami tidak yakin bahwa mereka adalah sumber yang dapat dipercaya," imbuh Carney.
Di hari yang sama, sejumlah diplomat di markas IAEA di Wina, mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki informasi apa pun terkait insiden di Fordow. IAEA yang rutin memeriksa situs nuklir Iran, termasuk Fordow, belum memberikan komentar apapun terkait laporan ini.
Bantahan resmi juga datang dari Iran. Wakil Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Saeed Shamseddin Bar Broudi mengatakan kabar palsu soal ledakan di Fordow adalah propaganda Barat menjelang perundingan nuklir untuk mempengaruhi mereka akan proses dan hasil perundingan tersebut.
Beberapa media Israel dan Barat mengatakan, ledakan itu menyebabkan terjadinya kerusakan yang signifikan. Pada akhir 2011, pabrik di Fordow mulai memproduksi uranium yang diperkaya sampai 20 persen. Sebelumnya, beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB telah memerintahkan Iran untuk menangguhkan semua pengayaan uranium.
(esn)