Norwegia: Penyerang pabrik gas Amenas punya kaki tangan di dalam
Kamis, 24 Januari 2013 - 23:36 WIB
Norwegia: Penyerang pabrik gas Amenas punya kaki tangan di dalam
A
A
A
Sindonews.com – Norwegia meyakini, para teroris yang melakukan serangan pada sebuah komplek pabrik gas Amenas di Aljazair, memiliki kaki tangan di dalam pabrik tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide pada tabloid Gang Verdens (VG), Kamis (23/1/2013).
"Kami mendapat laporan, bahwa teroris memiliki orang-orang di dalam yang memberikan laporan soal kondisi di dalam pabrik dari waktu ke waktu," kata Eide. "Contohnya, mereka melaporkan posisi peralatan di situs gas tersebut," tambahnya.
Mengutip sumber-sumber lainnya yang tidak teridentifikasi, VG melaporkan, bahwa kelompok teroris telah menempatkan senjata di dalam kompleks menjelang serangan 16 Januari silam. Dalam serangan yang berujung pada penyanderaan ratusan karyawan pabrik gas ini, sedikitnya 37 warga negara asing tewas.
Surat kabar itu juga mengutip saksi sandera yang mengatakan, bahwa para penyerang tahu persis di mana lokasi untuk menemukan pekerja asing di dalam kompleks pabrik gak alam yang luas itu.
Seorang pejabat keamanan Aljazair mengatakan, bahwa salah satu penyerang telah bekerja sebagai sopir di situs pabrik gas itu, sebelum ia akhirnya berhenti pada tahun lalu.
Hingga kini, 5 warga negara Norwegia masih belum ditemukan. Mereka adalah karyawan dari perusahaan minyak Norwegia, Statoil. Perusahaan ini bersama dengan beberapa perusahaan milik negara lain, bersama-sama mengoperasikan pabrik gas tersebut.
"Kami mendapat laporan, bahwa teroris memiliki orang-orang di dalam yang memberikan laporan soal kondisi di dalam pabrik dari waktu ke waktu," kata Eide. "Contohnya, mereka melaporkan posisi peralatan di situs gas tersebut," tambahnya.
Mengutip sumber-sumber lainnya yang tidak teridentifikasi, VG melaporkan, bahwa kelompok teroris telah menempatkan senjata di dalam kompleks menjelang serangan 16 Januari silam. Dalam serangan yang berujung pada penyanderaan ratusan karyawan pabrik gas ini, sedikitnya 37 warga negara asing tewas.
Surat kabar itu juga mengutip saksi sandera yang mengatakan, bahwa para penyerang tahu persis di mana lokasi untuk menemukan pekerja asing di dalam kompleks pabrik gak alam yang luas itu.
Seorang pejabat keamanan Aljazair mengatakan, bahwa salah satu penyerang telah bekerja sebagai sopir di situs pabrik gas itu, sebelum ia akhirnya berhenti pada tahun lalu.
Hingga kini, 5 warga negara Norwegia masih belum ditemukan. Mereka adalah karyawan dari perusahaan minyak Norwegia, Statoil. Perusahaan ini bersama dengan beberapa perusahaan milik negara lain, bersama-sama mengoperasikan pabrik gas tersebut.
(esn)