Akhir pekan ini, rudal Patriot siap beraksi di wilayah Turki
Rabu, 23 Januari 2013 - 23:41 WIB
Akhir pekan ini, rudal Patriot siap beraksi di wilayah Turki
A
A
A
Sindonews.com – Sistem pertahanan rudal Patriot sudah siap dioperasikan di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah pada akhir pekan ini. Hal ini disampaikan oleh Brigadir Jenderal Inggris Gary Deakin, Direktur Pusat Operasi Strategis di Markas Tertinggi Sekutu yang mengawasi operasi militer NATO.
“Semua sistem pertahanan rudal Patriot diharapkan berada di tempat dan beroperasi pada akhir Januari,” kata Deakin dalam konferensi pers di markas NATO, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami berharap untuk memiliki kemampuan operasional awal pada akhir pekan ini. Unit pertama akan tiba di lokasi yang ditetapkan dan akan terhubung dengan komando dan kontrol jaringan NATO. Sistem ini siap untuk membela penduduk Turki,” lanjutnya.
Menurutnya, sistem pertahanan rudal Patriot pertama yang siap beroperasi adalah milik Belanda. Selain Belanda, dua negara anggota NATO lainnya yang mengirim rudal Patriot mereka ke Turki adalah Jerman dan Amerika Serikat.
“Rencananya, sistem pertahanan rudal Patriot ini akan berada di wilayah Turki untuk setidaknya selama satu tahun,” jelas Daekin. Akhir tahun lalu, Turki telah meminta NATO untuk mengirimkan sejumlah sistem pertahanan rudal Patriot untuk menjaga perbatasan mereka dari artileri nyasar imbas dari perang saudara di Suriah.
“Semua sistem pertahanan rudal Patriot diharapkan berada di tempat dan beroperasi pada akhir Januari,” kata Deakin dalam konferensi pers di markas NATO, seperti dikutip dari Reuters.
"Kami berharap untuk memiliki kemampuan operasional awal pada akhir pekan ini. Unit pertama akan tiba di lokasi yang ditetapkan dan akan terhubung dengan komando dan kontrol jaringan NATO. Sistem ini siap untuk membela penduduk Turki,” lanjutnya.
Menurutnya, sistem pertahanan rudal Patriot pertama yang siap beroperasi adalah milik Belanda. Selain Belanda, dua negara anggota NATO lainnya yang mengirim rudal Patriot mereka ke Turki adalah Jerman dan Amerika Serikat.
“Rencananya, sistem pertahanan rudal Patriot ini akan berada di wilayah Turki untuk setidaknya selama satu tahun,” jelas Daekin. Akhir tahun lalu, Turki telah meminta NATO untuk mengirimkan sejumlah sistem pertahanan rudal Patriot untuk menjaga perbatasan mereka dari artileri nyasar imbas dari perang saudara di Suriah.
(esn)