Aktivis HAM kecam Italia soal imigran anak-anak ilegal
Rabu, 23 Januari 2013 - 22:31 WIB
Aktivis HAM kecam Italia soal imigran anak-anak ilegal
A
A
A
Sindonews.com – Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) Human Rights Watch (HRW) mengecam kebijakan Pemerintah Italia terhadap kaum imigran anak-anak yang datang ke negeri itu.
Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa (22/1/2013), HRW menuduh polisi perbatasan Italia di pelabuhan Adriatik tidak melindungi imigran anak-anak dan mengirim mereka kembali ke negara asal tanpa didampingi oleh orang dewasa atau keluarga.
HRW bersikeras, bahwa Italia dan hukum internasional melarang pemindahan anak-anak tanpa pendamping "HRW teleh menemukan 13 anak-anak beruusia 13 sampai 17 yang telah dikembali ke Yunani," kata kelompok itu.
"Tak satu pun dari mereka memiliki akses ke wali atau pelayanan sosial, seperti yang dipersyaratkan oleh hukum Italia dan internasional," lanjut laporan tersebut. Imigran ilegal yang datang ke Italia memang banyak yang sebelumnya singgah di Yunani.
Kelompok advokasi mengatakan, mereka telah mewawancarai 29 anak-anak dan 20 orang dewasa yang dikirim kembali ke Yunani dari Italia pada 2012 silam. “Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak laki-laki Afghanistan yang melarikan diri dari bahaya, konflik, dan kemiskinan," kata Alice Farmer, peneliti hak-hak anak-anak HRW.
Kementerian Dalam Negeri Italia, bertanggung jawab untuk menegakkan hukum imigrasi, tidak menanggapi permintaan untuk menanggapi hal ini.
Dalam sebuah laporan yang dirilis Selasa (22/1/2013), HRW menuduh polisi perbatasan Italia di pelabuhan Adriatik tidak melindungi imigran anak-anak dan mengirim mereka kembali ke negara asal tanpa didampingi oleh orang dewasa atau keluarga.
HRW bersikeras, bahwa Italia dan hukum internasional melarang pemindahan anak-anak tanpa pendamping "HRW teleh menemukan 13 anak-anak beruusia 13 sampai 17 yang telah dikembali ke Yunani," kata kelompok itu.
"Tak satu pun dari mereka memiliki akses ke wali atau pelayanan sosial, seperti yang dipersyaratkan oleh hukum Italia dan internasional," lanjut laporan tersebut. Imigran ilegal yang datang ke Italia memang banyak yang sebelumnya singgah di Yunani.
Kelompok advokasi mengatakan, mereka telah mewawancarai 29 anak-anak dan 20 orang dewasa yang dikirim kembali ke Yunani dari Italia pada 2012 silam. “Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak laki-laki Afghanistan yang melarikan diri dari bahaya, konflik, dan kemiskinan," kata Alice Farmer, peneliti hak-hak anak-anak HRW.
Kementerian Dalam Negeri Italia, bertanggung jawab untuk menegakkan hukum imigrasi, tidak menanggapi permintaan untuk menanggapi hal ini.
(esn)