PBB: Tahun ini Yaman butuh bantuan USD716 juta
Selasa, 22 Januari 2013 - 22:26 WIB
PBB: Tahun ini Yaman butuh bantuan USD716 juta
A
A
A
Sindonews.com – PBB menyatakan, bahwa tahun ini Yaman membutuhkan bantuan USD716 juta. "Kami berharap, bahwa kita akan mampu meningkatkan jumlah bantuan keseluruhan, sehingga kita secara komprehensif dapat memenuhi kebutuhan dan menyelamatkan nyawa," kata Kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan di Yaman, Trond Jensen, Selasa (22/1/2013), seperti dikutip dari Waow.
"Situasi bantuan kemanusiaan di Yaman mendesak dan kehidupan masyarakat dipertaruhkan," lanjutnya. Ia memperingatkan tingkat kekurangan gizi yang tinggi di negara itu. Jensen juga mengatakan, PBB berharap bahwa melalui donor tradisional, mitra Yaman, dan mitra di daerah, PBB akan mampu meningkatkan jumlah keseluruhan bantuan.
Tahun lalu, didapat dana USD329 juta dari USD585 juta yang dibutuhkan bagi warga Yaman. “Tapi tahun ini, peningkatan stabilitas di beberapa daerah di wilayah selatan dan utara Yaman telah memungkinkan penilaian ulang bantuan,” jelas Jensen.
"Kami menemukan ada lebih banyak orang yang mengalami rawan pangan, daripada yang kami perkirakan sebelumnya. Dan, kami juga menemukan fakta, bahwa lebih banyak orang yang membutuhkan dukungan nutrisi daripada yang kita pikir sebelumnya,” lanjut Jensen.
"Ada perkembangan positif, tetapi situasi kemanusiaan tidak berubah," tambahnya. Yaman diguncang pemberontakan pada 2011, yang kian memperparah kondisi ekonomi di negara itu. Aksi pemberontakan juga memperlemah kontrol pemerintah atas beberapa daerah, terutama di bagian selatan dan timur.
Menurut PBB, dari 24 juta penduduk Yaman, 13 juta di antaranya tidak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi. Sementara 10,5 juta lainnya berada dalam kondisi rawan pangan.
"Setiap hari, ada 300 ribu anak-anak yang berada dalam risiko kematian atau memiliki kehidupan yang terganggu karena kekurangan gizi," kata Ismail Ould Cheikh Ahmed, perwakilan Program Pembangunan PBB di Yaman. "Angka ini bisa sembilan kali lebih tinggi jika tidak ada bantuan nutrisi yang tepat," lanjutnya.
"Situasi bantuan kemanusiaan di Yaman mendesak dan kehidupan masyarakat dipertaruhkan," lanjutnya. Ia memperingatkan tingkat kekurangan gizi yang tinggi di negara itu. Jensen juga mengatakan, PBB berharap bahwa melalui donor tradisional, mitra Yaman, dan mitra di daerah, PBB akan mampu meningkatkan jumlah keseluruhan bantuan.
Tahun lalu, didapat dana USD329 juta dari USD585 juta yang dibutuhkan bagi warga Yaman. “Tapi tahun ini, peningkatan stabilitas di beberapa daerah di wilayah selatan dan utara Yaman telah memungkinkan penilaian ulang bantuan,” jelas Jensen.
"Kami menemukan ada lebih banyak orang yang mengalami rawan pangan, daripada yang kami perkirakan sebelumnya. Dan, kami juga menemukan fakta, bahwa lebih banyak orang yang membutuhkan dukungan nutrisi daripada yang kita pikir sebelumnya,” lanjut Jensen.
"Ada perkembangan positif, tetapi situasi kemanusiaan tidak berubah," tambahnya. Yaman diguncang pemberontakan pada 2011, yang kian memperparah kondisi ekonomi di negara itu. Aksi pemberontakan juga memperlemah kontrol pemerintah atas beberapa daerah, terutama di bagian selatan dan timur.
Menurut PBB, dari 24 juta penduduk Yaman, 13 juta di antaranya tidak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi. Sementara 10,5 juta lainnya berada dalam kondisi rawan pangan.
"Setiap hari, ada 300 ribu anak-anak yang berada dalam risiko kematian atau memiliki kehidupan yang terganggu karena kekurangan gizi," kata Ismail Ould Cheikh Ahmed, perwakilan Program Pembangunan PBB di Yaman. "Angka ini bisa sembilan kali lebih tinggi jika tidak ada bantuan nutrisi yang tepat," lanjutnya.
(esn)