Erdogan jamin keamanan pemberontak Kurdi yang tinggalkan Turki
Selasa, 22 Januari 2013 - 22:24 WIB
Erdogan jamin keamanan pemberontak Kurdi yang tinggalkan Turki
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan pemerintahnya bertekad untuk menyelesaikan konflik tiga dasawarsa di wilayah Kurdi dan akan menjamin perjalanan yang aman bagi pemberontak yang ingin meninggalkan negara itu.
"Jika Anda tulus dan jujur, Anda akan meletakkan senjata Anda," kata Erdogan soal keputusannya yang mengacu pada Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Pernyataan ini disampaikan Erdogan di Parlemen Turki, Selasa (22/1/2013).
"Jika Anda tidak ingin tinggal di negara ini, Anda bebas untuk pergi ke negara mana pun Anda suka. Kami menjamin keselamatan Anda. Kami akan melakukan yang terbaik dan tidak akan membiarkan apa yang terjadi di perbatasan kami sebelumnya," katanya.
Sebelumnya, militer Turki menyerang kaum militan Kurdistan di daerah perbatsan utara yang hendak meninggalkan Turki menuju Iran. Selain Turki, seumlah negara lain, Irak, Suriah, dan Iran juga memiliki minoritas Kurdi di wilayah perbatasan masing-masing.
Ankara telah mengakui, bahwa putaran baru pembicaraan itu diadakan antara dinas rahasia Turki dan Pemimpin Kurdi yang berada di penjara, Abdullah Ocalan. Tujuan utama pembicaraan adalah melucuti pemberontak.
Erdogan mengatakan, pemerintahnya menginginkan perdamaian, tetapi tidak akan membuat konsesi soal perang melawan "teroris". "Kami telah membuka hati kita untuk saudara-saudara kita, kaum Kurdi dan kami tidak menjatuhkan bom pada mereka. Kami menjatuhkan bom pada teroris," kata Erdogan.
"Jika Anda tulus dan jujur, Anda akan meletakkan senjata Anda," kata Erdogan soal keputusannya yang mengacu pada Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Pernyataan ini disampaikan Erdogan di Parlemen Turki, Selasa (22/1/2013).
"Jika Anda tidak ingin tinggal di negara ini, Anda bebas untuk pergi ke negara mana pun Anda suka. Kami menjamin keselamatan Anda. Kami akan melakukan yang terbaik dan tidak akan membiarkan apa yang terjadi di perbatasan kami sebelumnya," katanya.
Sebelumnya, militer Turki menyerang kaum militan Kurdistan di daerah perbatsan utara yang hendak meninggalkan Turki menuju Iran. Selain Turki, seumlah negara lain, Irak, Suriah, dan Iran juga memiliki minoritas Kurdi di wilayah perbatasan masing-masing.
Ankara telah mengakui, bahwa putaran baru pembicaraan itu diadakan antara dinas rahasia Turki dan Pemimpin Kurdi yang berada di penjara, Abdullah Ocalan. Tujuan utama pembicaraan adalah melucuti pemberontak.
Erdogan mengatakan, pemerintahnya menginginkan perdamaian, tetapi tidak akan membuat konsesi soal perang melawan "teroris". "Kami telah membuka hati kita untuk saudara-saudara kita, kaum Kurdi dan kami tidak menjatuhkan bom pada mereka. Kami menjatuhkan bom pada teroris," kata Erdogan.
(esn)