Assad : Turki berperan dalam pembunuhan warga Suriah
Selasa, 22 Januari 2013 - 20:57 WIB
Assad : Turki berperan dalam pembunuhan warga Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad menuding Pemerintah Turki secara langsung terlibat dalam pembunuhan warga Suriah, Senin (22/1/2013).
"Pemerintah Turki secara langsung turut andil dalam pembantaian rakyat Suriah," ungkap Assad, seperti dilansir Nassim International News Agency
Assad mengaku, tidak ada sesuatu yang khusus dalam hubungan diplomatik antara pemerintah Suriah dan Turki, sejak konflik pecah di Suriah. “Pada awalnya mereka telah memberikan dukungan pada Suriah untuk melawan pemberontak. Namun, mereka juga memberikan pelatihan militer untuk militan Suriah di sepanjang perbatasan untuk melawan militer Suriah,” papar Assad.
Assad mengatakan, konflik yang terjadi di Suriah merupakan kekacauan yang telah diatur oleh pihak asing. Pemerintah Suriah mengaku telah mendapat laporan bahwa pihak asing telah mengerahkan bantuan pada kaum militan dalam jumlah besar untuk melawan militer Suriah.
“Mereka semua didukung oleh negara barat dan sejumlah negara dikawasan, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki,” lanjutnya.
Tidak hanya mengerahkan militan, sejumlah mata-mata dari Israel, Qatar, Arab Saudi, dan Turki juga dikerahkan untuk mengumpulkan data intelejen dalam bentuk gambaran, rekaman filim, seputar informasi penting terkait militer dan pemerintah.
Mereka juga diminta untuk menculik atau membunuh sejumlah ilmuwan Suriah. Sebuah sumber mengatakan kepada mingguan al-Manar, bahwa empat negara tersebut dibantu oleh Amerika Serikat untuk mengutus beberapa kelompok mata-mata yang tiap kelompoknya terdiri dari 16 orang agen dan menyusup ke wilayah Suriah lewat perbatasan Turki.
"Pemerintah Turki secara langsung turut andil dalam pembantaian rakyat Suriah," ungkap Assad, seperti dilansir Nassim International News Agency
Assad mengaku, tidak ada sesuatu yang khusus dalam hubungan diplomatik antara pemerintah Suriah dan Turki, sejak konflik pecah di Suriah. “Pada awalnya mereka telah memberikan dukungan pada Suriah untuk melawan pemberontak. Namun, mereka juga memberikan pelatihan militer untuk militan Suriah di sepanjang perbatasan untuk melawan militer Suriah,” papar Assad.
Assad mengatakan, konflik yang terjadi di Suriah merupakan kekacauan yang telah diatur oleh pihak asing. Pemerintah Suriah mengaku telah mendapat laporan bahwa pihak asing telah mengerahkan bantuan pada kaum militan dalam jumlah besar untuk melawan militer Suriah.
“Mereka semua didukung oleh negara barat dan sejumlah negara dikawasan, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki,” lanjutnya.
Tidak hanya mengerahkan militan, sejumlah mata-mata dari Israel, Qatar, Arab Saudi, dan Turki juga dikerahkan untuk mengumpulkan data intelejen dalam bentuk gambaran, rekaman filim, seputar informasi penting terkait militer dan pemerintah.
Mereka juga diminta untuk menculik atau membunuh sejumlah ilmuwan Suriah. Sebuah sumber mengatakan kepada mingguan al-Manar, bahwa empat negara tersebut dibantu oleh Amerika Serikat untuk mengutus beberapa kelompok mata-mata yang tiap kelompoknya terdiri dari 16 orang agen dan menyusup ke wilayah Suriah lewat perbatasan Turki.
(esn)