Rangkaian serangan bom tewaskan 17 warga Irak
Selasa, 22 Januari 2013 - 20:54 WIB
Rangkaian serangan bom tewaskan 17 warga Irak
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya 17 warga Irak dilaporkan tewas setelah tiga buah bom mobil meledak di tiga lokasi berbeda, Selasa (22/1/2013).
Serangan bom mobil pertama terjadi di dekat sebuah pos pemeriksaan militer di Selatan Baghdad. Seorang sopir yang mengendarai sebuah mobil yang sarat akan muatan bom, meledakan mobilnya di dekat pos pemeriksaan militer di Mahmudiya. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas, sementara 14 tentara dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Serangan berikutnya terjadi wilayah barat Baghdad. Sebuah mobil yang diparkir di luar sebuah pasar, meledak. Insiden ini terjadi di lingkungan pemukiman Syiah di Shula. Polisi dan petugas medis setempat mengatakan, ledakan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 13 orang yang berada di sekitar lokasi ledakan.
Ledakan paling mematikan terjadi di Taji, 20 km dari utara Baghdad. Seorang pelaku bom bunuh diri meledakan mobil yang dia tumpangi dekat sebuah pangkalan militer. Akibat ledakan tersebut, tujuh orang dilaporkan tewas, sementara 24 orang lainya menderita luka-luka.
Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang mengkalim bertanggung jabat atas rangkaian serangan bom tersebut. Namun, gerilyawan Sunni masih sering melancarkan serangan di sejumlah pemukiman Syiah. Serangan ini mereka lancarkan guna menyulut konfrontasi antara kelompok muslim Syiah dan Sunni.
Seperti diketahui, selama tiga pekan terakhir, puluhan ribu kaum Sunni Irak turun ke jalan dan melakukan aksi blokir terhadap jalan raya yang menghubungkan Irak dengan sejumlah negara tetangga. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki sendiri mengaku sudah hampir kehilangan kesabaran menghadapi aksi protes kaum Sunni itu.
Serangan bom mobil pertama terjadi di dekat sebuah pos pemeriksaan militer di Selatan Baghdad. Seorang sopir yang mengendarai sebuah mobil yang sarat akan muatan bom, meledakan mobilnya di dekat pos pemeriksaan militer di Mahmudiya. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas, sementara 14 tentara dilaporkan terluka dalam serangan tersebut.
Serangan berikutnya terjadi wilayah barat Baghdad. Sebuah mobil yang diparkir di luar sebuah pasar, meledak. Insiden ini terjadi di lingkungan pemukiman Syiah di Shula. Polisi dan petugas medis setempat mengatakan, ledakan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 13 orang yang berada di sekitar lokasi ledakan.
Ledakan paling mematikan terjadi di Taji, 20 km dari utara Baghdad. Seorang pelaku bom bunuh diri meledakan mobil yang dia tumpangi dekat sebuah pangkalan militer. Akibat ledakan tersebut, tujuh orang dilaporkan tewas, sementara 24 orang lainya menderita luka-luka.
Sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang mengkalim bertanggung jabat atas rangkaian serangan bom tersebut. Namun, gerilyawan Sunni masih sering melancarkan serangan di sejumlah pemukiman Syiah. Serangan ini mereka lancarkan guna menyulut konfrontasi antara kelompok muslim Syiah dan Sunni.
Seperti diketahui, selama tiga pekan terakhir, puluhan ribu kaum Sunni Irak turun ke jalan dan melakukan aksi blokir terhadap jalan raya yang menghubungkan Irak dengan sejumlah negara tetangga. Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki sendiri mengaku sudah hampir kehilangan kesabaran menghadapi aksi protes kaum Sunni itu.
(esn)