Serangan udara di Damaskus tewaskan 12 pengungsi Palestina
Jum'at, 18 Januari 2013 - 22:52 WIB
Serangan udara di Damaskus tewaskan 12 pengungsi Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah serangan udara di kota Damaskus, Suriah, Kamis 17 Januari telah menewaskan 12 pengungsi Palestina dan melukai 20 lainnya. Empat wanita dan enam anak perempuan berada di antara korban tewas dalam serangan di Husseiniyeh, lingkungan pengungsi Suriah di Damaskus itu.
Badan pengungsi PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengutuk pembunuhan pengungsi Palestina. “Kami menyerukan pada para pihak yang bertikai untuk menarik diri dari wilayah sipil, termasuk kamp pengungsi," sebut pernyataan UNRWA, Jumat (18/1/2013), seperti dikutip dari kantor berita Ma’an.
Juru Bicara UNRWA, Chris Gunness mengatakan kepada Ma'an, bahwa nasib pengungsi Palestina di Suriah sangat mengkhawatirkan. "Pengalaman Yarmouk sedang diulang di bagian lain Damaskus dan ini menempatkan masyarakat pengungsi pada risiko yang semakin besar," ujarnya.
Pekan lalu, UNRWA mengatakan, pengungsi masih bisa meninggalkan Husseiniyeh saat pertempuran berlangsung. “Tapi, mereka tak bisa membawa serta barang-barang mereka,” lanjutnya.
Pada Desember silam, ribuan pengungsi Palestina melarikan diri dari kamp pengungsi al-Yarmouk, yang juga terletak di Damaskus. Para pengungsi ini melarikan diri ketika pecah pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Suriah dan kaum oposisi.
Perang saudara di Suriah telah menyeret kaum pengungsi Palestina yang berada di negara itu. Sebagian pengungsi Palestina dilaporkan bergabung dengan kaum oposisi Suriah.
Badan pengungsi PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengutuk pembunuhan pengungsi Palestina. “Kami menyerukan pada para pihak yang bertikai untuk menarik diri dari wilayah sipil, termasuk kamp pengungsi," sebut pernyataan UNRWA, Jumat (18/1/2013), seperti dikutip dari kantor berita Ma’an.
Juru Bicara UNRWA, Chris Gunness mengatakan kepada Ma'an, bahwa nasib pengungsi Palestina di Suriah sangat mengkhawatirkan. "Pengalaman Yarmouk sedang diulang di bagian lain Damaskus dan ini menempatkan masyarakat pengungsi pada risiko yang semakin besar," ujarnya.
Pekan lalu, UNRWA mengatakan, pengungsi masih bisa meninggalkan Husseiniyeh saat pertempuran berlangsung. “Tapi, mereka tak bisa membawa serta barang-barang mereka,” lanjutnya.
Pada Desember silam, ribuan pengungsi Palestina melarikan diri dari kamp pengungsi al-Yarmouk, yang juga terletak di Damaskus. Para pengungsi ini melarikan diri ketika pecah pertempuran sengit antara pasukan pemerintah Suriah dan kaum oposisi.
Perang saudara di Suriah telah menyeret kaum pengungsi Palestina yang berada di negara itu. Sebagian pengungsi Palestina dilaporkan bergabung dengan kaum oposisi Suriah.
(esn)