Siswi 7 tahun diperkosa, ratusan orang blokir SD di India
Selasa, 15 Januari 2013 - 20:26 WIB
Siswi 7 tahun diperkosa, ratusan orang blokir SD di India
A
A
A
Sindonews.com - Aksi pemerkosaan kembali terjadi di India. Ironisnya, kali ini kejahatan seksual menimpa seorang siswi kelas 2 Sekolah Dasar di Panaji, Kota pelabuhan Vasco, Senin (14/1/2013). Hari itu juga, ratusan orang yang terdiri dari warga lokal Panaji memblokir gedung SD tersebut dan menggelar aksi protes hingga larut malam.
Polisi mengatakan, gadis berusia 7 tahun itu ditemukan dalam keadaan shock di toilet sekolah, setelah diperkosa oleh orang tak dikenal. Fakta bahwa dia diperkosa diketahui setalah korban menjani sejumlah pemeriksaan medis dan mengeluhkan rasa sakit.
Polisi mengatakan, pemerkosa masih dalam pengejaran. Namun, mereka telah menahan kepala SD atas tuduhan kelalaian. Gadis tersebut memudahkan polisi melakukan proses pencarian dengan memberikan deskripsi pelaku.
Kepala Kementrian Wilayah Goa, Manohar Parrikar meminta massa yang berjumlah sekitar 500 orang untuk tenang dan kembali ke rumah masing-masing. Ratusan warga marah dan mempertanyakan manajemen sekolah yang lengah.
Parrikar berjanji akan mengangkap dan mengadili pelaku pemerkosaan. "Kami tidak akan mengampuni tersangka dan siapa pun orang yang terlibat dalam aksi kejahatan ini," ungkap Parrikar.
"Kejahatan ini akan diselidiki oleh unit penyidik kejahatan dengan tuduhan terpisah, yakni pemerkosaan dan kelalaian," imbuhnya. Guna meredam kemarahan publik, Parrikar memerintahkan sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar selama dua hari ke depan.
Polisi mengatakan, gadis berusia 7 tahun itu ditemukan dalam keadaan shock di toilet sekolah, setelah diperkosa oleh orang tak dikenal. Fakta bahwa dia diperkosa diketahui setalah korban menjani sejumlah pemeriksaan medis dan mengeluhkan rasa sakit.
Polisi mengatakan, pemerkosa masih dalam pengejaran. Namun, mereka telah menahan kepala SD atas tuduhan kelalaian. Gadis tersebut memudahkan polisi melakukan proses pencarian dengan memberikan deskripsi pelaku.
Kepala Kementrian Wilayah Goa, Manohar Parrikar meminta massa yang berjumlah sekitar 500 orang untuk tenang dan kembali ke rumah masing-masing. Ratusan warga marah dan mempertanyakan manajemen sekolah yang lengah.
Parrikar berjanji akan mengangkap dan mengadili pelaku pemerkosaan. "Kami tidak akan mengampuni tersangka dan siapa pun orang yang terlibat dalam aksi kejahatan ini," ungkap Parrikar.
"Kejahatan ini akan diselidiki oleh unit penyidik kejahatan dengan tuduhan terpisah, yakni pemerkosaan dan kelalaian," imbuhnya. Guna meredam kemarahan publik, Parrikar memerintahkan sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar selama dua hari ke depan.
(esn)