Suriah desak PBB untuk dukung rencana politik Assad
Jum'at, 11 Januari 2013 - 15:31 WIB
Suriah desak PBB untuk dukung rencana politik Assad
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri Suriah mendesak PBB untuk meninjau dan mendukung skema politik yang diajukan oleh Presiden Bashar al-Assad. Skema politik ini disampaikan Assad dalam pidato terbarunya, dua hari lalu. Skema ini diyakini bisa mengakhiri krisis di Suriah yang sudah berlangsung selama 22 bulan.
Dalam dua pesan yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Kemenlu Suriah mengatakan, rencana politik Assad mencerminkan pemahaman yang tepat tentang sifat dari fase transisi dan ide-ide yang telah diajukan pada semua tingkatan, mulai dari memerangi terorisme sampai mencapai pluralitas politik di negeri ini.
“Kebijaksanaan politik dan keinginan untuk menghormati piagam PBB dan perdamaian, serta keamanan di kawasan Timur Tengah. Skema ini dilakukan untuk mencapai target mulia dan melestarikan kehidupan orang-orang Suriah jauh dari kekerasan dan intervensi asing dalam urusan internal destruktif Suriah,” sebut pernyataan Kemenlu Suriah, seperti dikutip dari kantor berita SANA, Kamis (10/1/2013).
Sebelumnya, Kabinet Suriah telah menyatakan dukungan pada tiga titik rencana Assad dan menugaskan Kementerian Luar Negeri untuk membangun penghubung regional dan internasional untuk menjelaskan program politik dan menggalang dukungan untuk itu.
Rencana Assad itu mencakup gencatan senjata, diikuti dengan konferensi dialog nasional yang komprehensif dan pembentukan sebuah pemerintahan berbasis luas dan parlemen. Oposisi Suriah menolak rencana baru tersebut. Kaum oposisi mengatakan, hal itu tidak cukup untuk menjadi skema dari proses politik yang bisa mengakhiri krisis di negara itu.
Dalam dua pesan yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-moon, Kemenlu Suriah mengatakan, rencana politik Assad mencerminkan pemahaman yang tepat tentang sifat dari fase transisi dan ide-ide yang telah diajukan pada semua tingkatan, mulai dari memerangi terorisme sampai mencapai pluralitas politik di negeri ini.
“Kebijaksanaan politik dan keinginan untuk menghormati piagam PBB dan perdamaian, serta keamanan di kawasan Timur Tengah. Skema ini dilakukan untuk mencapai target mulia dan melestarikan kehidupan orang-orang Suriah jauh dari kekerasan dan intervensi asing dalam urusan internal destruktif Suriah,” sebut pernyataan Kemenlu Suriah, seperti dikutip dari kantor berita SANA, Kamis (10/1/2013).
Sebelumnya, Kabinet Suriah telah menyatakan dukungan pada tiga titik rencana Assad dan menugaskan Kementerian Luar Negeri untuk membangun penghubung regional dan internasional untuk menjelaskan program politik dan menggalang dukungan untuk itu.
Rencana Assad itu mencakup gencatan senjata, diikuti dengan konferensi dialog nasional yang komprehensif dan pembentukan sebuah pemerintahan berbasis luas dan parlemen. Oposisi Suriah menolak rencana baru tersebut. Kaum oposisi mengatakan, hal itu tidak cukup untuk menjadi skema dari proses politik yang bisa mengakhiri krisis di negara itu.
(esn)