Sekjen PBB: Pidato Assad tidak mengakhiri konflik Suriah
Selasa, 08 Januari 2013 - 19:30 WIB
Sekjen PBB: Pidato Assad tidak mengakhiri konflik Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, inisiatif perdamaian untuk menyelesaikan konflik internal yang diungkapkan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad, akhir pekan lalu, di gedung Opera Suriah, tidak membantu mengakhir penderitaan rakyat Suriah.
Akir pekan kemarin, Assad mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Suriah akan menyerukan dialog nasional yang komperhensif dengan kelompok oposisi dan partai politik Suriah. Namun, pemerintah tidak akan pernah melakukan dialog dengan boneka barat.
"Sekjen PBB sangat kecewa dengan pidato Presiden Assad akhir pekan lalu, yang tidak memberikan kontribusi untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh rakyat Suriah," ungkap Juru Bicara Sekjen PBB, Martin Nesirky seperti diberitakan dalam gulfnews.com, Selasa (8/1/2013).
Ki-moon mengatakan, kebutuhan mendesak rakyat Suriah saat ini adalah solusi nyata untuk mengakhiri konflik yang terus bergejolak di Suriah. Dalam kesempatan yang sama, Ki-moon mengkritik pidato Assad yang menolak proposal perdamian Jenewa.
Namun, PBB tetap berkomitmen melakukan yang terbaik bagi Suriah dan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah yang tinggal di dalam maupun luar negeri.
Sekali lagi, Ki-moon menegaskan, bahwa solusi militer bukan pilihan terbaik untuk mengakhir konflik Suriah. Namun, mewujudkan demokrasi di Suriah merupakan sebuah kebutuhan mendesak.
Nesirky menambahkan, saat ini Sekjen PBB bersama utusan PBB dan Liga Arab Lakhdar Brahimi sedang mencari solusi politik, termasuk membentuk pemerintahan transisi, serta penyelenggaraan pemilu yang bebas aktif di bawah naungan PBB.
Akir pekan kemarin, Assad mengatakan, dalam waktu dekat Pemerintah Suriah akan menyerukan dialog nasional yang komperhensif dengan kelompok oposisi dan partai politik Suriah. Namun, pemerintah tidak akan pernah melakukan dialog dengan boneka barat.
"Sekjen PBB sangat kecewa dengan pidato Presiden Assad akhir pekan lalu, yang tidak memberikan kontribusi untuk mengakhiri penderitaan yang dialami oleh rakyat Suriah," ungkap Juru Bicara Sekjen PBB, Martin Nesirky seperti diberitakan dalam gulfnews.com, Selasa (8/1/2013).
Ki-moon mengatakan, kebutuhan mendesak rakyat Suriah saat ini adalah solusi nyata untuk mengakhiri konflik yang terus bergejolak di Suriah. Dalam kesempatan yang sama, Ki-moon mengkritik pidato Assad yang menolak proposal perdamian Jenewa.
Namun, PBB tetap berkomitmen melakukan yang terbaik bagi Suriah dan bekerjasama dengan sejumlah negara untuk meringankan penderitaan rakyat Suriah yang tinggal di dalam maupun luar negeri.
Sekali lagi, Ki-moon menegaskan, bahwa solusi militer bukan pilihan terbaik untuk mengakhir konflik Suriah. Namun, mewujudkan demokrasi di Suriah merupakan sebuah kebutuhan mendesak.
Nesirky menambahkan, saat ini Sekjen PBB bersama utusan PBB dan Liga Arab Lakhdar Brahimi sedang mencari solusi politik, termasuk membentuk pemerintahan transisi, serta penyelenggaraan pemilu yang bebas aktif di bawah naungan PBB.
(esn)