Pria bersenjata umbar tembakan, 3 warga Filipina tewas
Jum'at, 04 Januari 2013 - 22:30 WIB
Pria bersenjata umbar tembakan, 3 warga Filipina tewas
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pria bersenjata, Ronald Pae, mengamuk di sebuah pasar yang terletak di Kota Rawit, 40 km sebelah selatan Manila, Filipina, Jumat (4/1/2013). Akibat tembakan membabi buta yang dilepaskan Pae tersebut, 3 orang tewas.
“Dia tiba-tiba mengamuk. Dia menembak siapa saja, pengunjung pasar, pedagang, dan siapa pun yang dilihatnya. Yang pertama terluka adalah salah satu dari mertuanya,” kata Kepala Polisi setempat, Jaime Rollon, seperti dikutip dari the star.
Rollon mengatakan, tiga orang telah dikonfirmasi tewas dan sedikitnya dua orang lainnya terluka. “Polisi telah membawa korban terluka ke rumah sakit. Hingga kini, belum diketahui apa motif yang mendorong Pae melakukan tindakan nekat itu.
Menurut Rollon, Pae akhirnya juga tewas di tempat kejadian. Namun, belum jelas siapa yang menembakkan peluru yang membunuh Pae.
Ini adalah kasus penembakan kedua yang terjadi di Filipina dalam kurun satu pekan. Sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 7 tahun tewas akibat tertembak di kepala saat merayakan malam pergantian tahun.
Bocah malang itu, Stephanie Ella dan ayahnya sedang menonton kembang api di luar rumah mereka di pinggiran kota Manila. Sebuah peluru menghantam kepala Ella. Peluru ini dilepaskan seseorang yang tengah merayakan detik-detik pergantian tahun.
Dua peristiwa ini langsung memicu kecaman pada lemahnya hukum soal kepemilikan senjata api di Filipina. Saat ini, diperkirakan ada ratusan ribu senjata ilegal yang beredar di jalan-jalan di Filipina.
“Dia tiba-tiba mengamuk. Dia menembak siapa saja, pengunjung pasar, pedagang, dan siapa pun yang dilihatnya. Yang pertama terluka adalah salah satu dari mertuanya,” kata Kepala Polisi setempat, Jaime Rollon, seperti dikutip dari the star.
Rollon mengatakan, tiga orang telah dikonfirmasi tewas dan sedikitnya dua orang lainnya terluka. “Polisi telah membawa korban terluka ke rumah sakit. Hingga kini, belum diketahui apa motif yang mendorong Pae melakukan tindakan nekat itu.
Menurut Rollon, Pae akhirnya juga tewas di tempat kejadian. Namun, belum jelas siapa yang menembakkan peluru yang membunuh Pae.
Ini adalah kasus penembakan kedua yang terjadi di Filipina dalam kurun satu pekan. Sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 7 tahun tewas akibat tertembak di kepala saat merayakan malam pergantian tahun.
Bocah malang itu, Stephanie Ella dan ayahnya sedang menonton kembang api di luar rumah mereka di pinggiran kota Manila. Sebuah peluru menghantam kepala Ella. Peluru ini dilepaskan seseorang yang tengah merayakan detik-detik pergantian tahun.
Dua peristiwa ini langsung memicu kecaman pada lemahnya hukum soal kepemilikan senjata api di Filipina. Saat ini, diperkirakan ada ratusan ribu senjata ilegal yang beredar di jalan-jalan di Filipina.
(esn)