Rusia tak akan bujuk Assad turun dari kekuasaan
Minggu, 30 Desember 2012 - 08:00 WIB
Rusia tak akan bujuk Assad turun dari kekuasaan
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menegaskan, pihaknya tak akan meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk turun dari kekuasaannya. Rusia juga yakin, masih ada peluang untuk menemukan solusi politik bagi konflik Suriah yang sudah berlangsung selama 21 bulan.
"Mengenai Bashar al-Assad, ia berulang kali mengatakan, baik secara publik maupun secara pribadi, bahwa dia tidak berencana untuk meninggalkan poisisnya. Ia akan tetap pada jabatannya. Tidak ada kemungkinan untuk mengubah posisi ini," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (29/12/2012).
Lavrov yang bertemu dengan utusan internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, menyatakan keyakinannya kalau konflik bisa diselesaikan lewat jalur diplomatik. "Konfrontasi ini meningkat, tapi kami setuju untuk tetap memberi kesempatan bagi solusi politik tetap," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama Brahimi.
Hingga kini, pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah yang setia pada Presiden Assad dengan kaum pemberontak terus berlangsung. Pasukan pemberontak terus melakukan tekananan pada militer Suriah dan berhasil menguasai sejumlah kota di negara itu.
Akibat konflik ini, sudah 44 ribu korban tewas. Perang saudara ini juga menyebabkan ratusan warga Suriah terpaksa mengungsi ke negara lain. Upaya untuk mempertemukan dua pihak yang bertikai terus dilakukan, meski hingga kini upaya itu belum mebuahkan hasil.
"Mengenai Bashar al-Assad, ia berulang kali mengatakan, baik secara publik maupun secara pribadi, bahwa dia tidak berencana untuk meninggalkan poisisnya. Ia akan tetap pada jabatannya. Tidak ada kemungkinan untuk mengubah posisi ini," kata Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, Sabtu (29/12/2012).
Lavrov yang bertemu dengan utusan internasional untuk krisis Suriah, Lakhdar Brahimi, menyatakan keyakinannya kalau konflik bisa diselesaikan lewat jalur diplomatik. "Konfrontasi ini meningkat, tapi kami setuju untuk tetap memberi kesempatan bagi solusi politik tetap," kata Lavrov dalam konferensi pers bersama Brahimi.
Hingga kini, pertempuran antara pasukan Pemerintah Suriah yang setia pada Presiden Assad dengan kaum pemberontak terus berlangsung. Pasukan pemberontak terus melakukan tekananan pada militer Suriah dan berhasil menguasai sejumlah kota di negara itu.
Akibat konflik ini, sudah 44 ribu korban tewas. Perang saudara ini juga menyebabkan ratusan warga Suriah terpaksa mengungsi ke negara lain. Upaya untuk mempertemukan dua pihak yang bertikai terus dilakukan, meski hingga kini upaya itu belum mebuahkan hasil.
(esn)