Mahasiswi korban perkosaan di New Delhi meninggal
Sabtu, 29 Desember 2012 - 18:59 WIB
Mahasiswi korban perkosaan di New Delhi meninggal
A
A
A
Sindonews.com – Mahasiswi yang menjadi korban perkosaan di New Delhi India, pekan lalu, akhirnya menghembuskan napas terakhir di Mount Elizabeth Hospital, Singapura, Sabtu (29/12/2012) dini hari. Mahasiswi berusia 23 tahun ini menjalani perawatan di Mount Elizabeth Hospital sejak Rabu 26 Desember.
"Kami sangat sedih untuk melaporkan, bahwa pasien meninggal dengan damai pada Sabtu dini hari.
Keluarga korban dan pejabat dari Kedubes India berada di sisinya," ujar Kelvin Loh, Chief Executive Officer Mount Elizabeth dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari thestar.
T.C.A. Raghavan, Komisaris Tinggi India di Singapura, mengatakan kepada wartawan, beberapa jam setelah kematian si mahasiswi, Pemerintah India telah menyediakan pesawat carteran untuk menerbangkan jenazah si mahasiswi ke India beserta anggota keluarganya.
Sebelumnya, jenazah dibawa ke sebuah perusahaan peti mati Hindu di Singapura untuk proses pembalseman. Diplomat India memilih peti emas dan kuning untuk mengangkut jenazah mahasiswi malang itu.
Menteri Delhi, Sheila Dikshit, mengatakan, kematian mahasiswi ini adalah hal yang sangat menyedihkan dan memalukan. “Ini momen memalukan bagi saya. Bukan hanya sebagai menteri, tetapi juga sebagai warga negara ini," kata Dikshit.
Mahasiswi yang tak dipublikasikan namanya itu, pada 16 Desember lalu pulang dari bioskop dengan menumpang bus bersama dengan seorang teman prianya. Laporan media mengatakan, enam orang di dalam bus itu memukuli mereka dengan batang logam dan berulang kali memperkosa si mahasiswi.
Media mengatakan, tongkat besi itu juga digunakan dalam aksi pemerkosaan dan menyebabkan luka parah pada diri si mahasiswi. Geng pemerkosa itu lantas melempar keduanya dari bus yang sedang berjalan. Meski menderita luka-luka, teman laki-laki si wanita selamat.
Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi ini telah memicu kerusuhan massal di India. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar di beberapa kota di India dan menyebabkan bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sedikitnya, 6 orang demonstran telah ditangkap oleh aparat keamanan India.
"Kami sangat sedih untuk melaporkan, bahwa pasien meninggal dengan damai pada Sabtu dini hari.
Keluarga korban dan pejabat dari Kedubes India berada di sisinya," ujar Kelvin Loh, Chief Executive Officer Mount Elizabeth dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari thestar.
T.C.A. Raghavan, Komisaris Tinggi India di Singapura, mengatakan kepada wartawan, beberapa jam setelah kematian si mahasiswi, Pemerintah India telah menyediakan pesawat carteran untuk menerbangkan jenazah si mahasiswi ke India beserta anggota keluarganya.
Sebelumnya, jenazah dibawa ke sebuah perusahaan peti mati Hindu di Singapura untuk proses pembalseman. Diplomat India memilih peti emas dan kuning untuk mengangkut jenazah mahasiswi malang itu.
Menteri Delhi, Sheila Dikshit, mengatakan, kematian mahasiswi ini adalah hal yang sangat menyedihkan dan memalukan. “Ini momen memalukan bagi saya. Bukan hanya sebagai menteri, tetapi juga sebagai warga negara ini," kata Dikshit.
Mahasiswi yang tak dipublikasikan namanya itu, pada 16 Desember lalu pulang dari bioskop dengan menumpang bus bersama dengan seorang teman prianya. Laporan media mengatakan, enam orang di dalam bus itu memukuli mereka dengan batang logam dan berulang kali memperkosa si mahasiswi.
Media mengatakan, tongkat besi itu juga digunakan dalam aksi pemerkosaan dan menyebabkan luka parah pada diri si mahasiswi. Geng pemerkosa itu lantas melempar keduanya dari bus yang sedang berjalan. Meski menderita luka-luka, teman laki-laki si wanita selamat.
Kasus perkosaan yang dialami mahasiswi ini telah memicu kerusuhan massal di India. Sejumlah aksi unjuk rasa digelar di beberapa kota di India dan menyebabkan bentrok antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Sedikitnya, 6 orang demonstran telah ditangkap oleh aparat keamanan India.
(esn)