Bebaskan sandera, militer Rusia bunuh 7 militan Dagestan
Sabtu, 29 Desember 2012 - 18:57 WIB
Bebaskan sandera, militer Rusia bunuh 7 militan Dagestan
A
A
A
Sindonews.com - Pasukan keamanan Rusia menewaskan tujuh militan dan membebaskan seorang gadis berusia 6 tahun yang disandera kelompok militan di wilayah Dagestan, Kaukasus Utara, Rusia, Sabtu (29/12/2012). Demikian dilaporkan seorang pejabat pasukan anti terorisme Rusia pada kantor berita Interfax.
Operasi pembebasan ini terjadi di sebuah gedung apartemen di Makhachkala, Ibu Kota Provinsi Daegstan. Menurut laporan Interfax, para anggota kelompok militan itu menerobos dinding, memasuki sebuah apartemen dan menyandera seorang anak perempuan.
"Namun, sebagai akibat dari tindakan terkoordinasi dan profesional dari pasukan khusus anti terorisme, anak itu berhasil dibebaskan dan para penjahat dilumpuhkan,” ujar pejabat pasukan anti terorisme Rusia tersebut.
Laporan Interfax mengidentifikasi pemimpin militan yang terlibat dalam insiden itu adalah Gadzhimurat Dolgatov. Laporan itu juga menyebut, bahwa Dolgatov termasuk salah satu di antara 7 korban tewas itu. Mereka yang tewas sebelumnya pernah dipenjara karena kejahatan, termasuk pembunuhan, pencurian, pemerasan, dan perampokan.
Selama insiden itu, para militan melepaskan tembakan dan melemparkan granat pada personel pasukan khusus ketika mencoba melarikan diri. Tidak ada personel pasukan anti terorisme yang terluka dalam operasi ini.
Operasi pembebasan ini terjadi di sebuah gedung apartemen di Makhachkala, Ibu Kota Provinsi Daegstan. Menurut laporan Interfax, para anggota kelompok militan itu menerobos dinding, memasuki sebuah apartemen dan menyandera seorang anak perempuan.
"Namun, sebagai akibat dari tindakan terkoordinasi dan profesional dari pasukan khusus anti terorisme, anak itu berhasil dibebaskan dan para penjahat dilumpuhkan,” ujar pejabat pasukan anti terorisme Rusia tersebut.
Laporan Interfax mengidentifikasi pemimpin militan yang terlibat dalam insiden itu adalah Gadzhimurat Dolgatov. Laporan itu juga menyebut, bahwa Dolgatov termasuk salah satu di antara 7 korban tewas itu. Mereka yang tewas sebelumnya pernah dipenjara karena kejahatan, termasuk pembunuhan, pencurian, pemerasan, dan perampokan.
Selama insiden itu, para militan melepaskan tembakan dan melemparkan granat pada personel pasukan khusus ketika mencoba melarikan diri. Tidak ada personel pasukan anti terorisme yang terluka dalam operasi ini.
(esn)