AL Iran uji coba rudal Ra'd
Sabtu, 29 Desember 2012 - 17:52 WIB
AL Iran uji coba rudal Ra'd
A
A
A
Sindonews.com – Angkatan Laut (AL) Iran berencana untuk mengujicoba rudal Ra'd, sebuah rudal permukaan ke udara dalam latihan perang selama 6 hari di Selat Hormuz. “Kami akan mengujicoba rudal permukaan ke udara versi terbaru dalam latihan perang besar-besaran AL Iran,” kata seorang Komandan AL senior Iran, Laksamana Rastegari, seperti dikutip dari kantor berita Fars, Jumat (28/12/2012).
Menurut Rastegari, rudal Ra’d versi baru ini bisa menyerang target jarak menengah di udara. Pada awal Desember lalu, AL Iran telah mengujicoba rudal jarak menengah produksi sendiri. Rudal ini diberi nama Mehrab. Rudal ini berhasil menghantam sasaran yang ditargetkan.
Latihan perang itu sendiri diberi tajuk ‘Velayat 91’ dan akan diselenggarakan sejak Jumat (28/12/2012) hingga Rabu (2/1/2013). Latihan akan meliputi area seluas sekitar 1 juta km persegi di Selat Hormuz, Teluk Oman dan bagian utara laut India.
Meski areal yang digunakan dalam latihan sangat luas, namun AL Iran menjamin kalau Iran tak akan melanggar batas wilayah negara lain. “Tentu saja kami akan mengamati perbatasan laut negara tetangga dan akan melaksanakan latihan kami sesuai dengan hukum dan peraturan internasional,” tutur seorang Komandan AL Iran, Habibollah Sayyari.
Menurut Sayyari, latihan ini dimaksudkan untuk menampilkan kemampuan militer Iran dalam mengamankan rute penting pengiriman gas dan minyak. Para pejabat Iran telah sering mengatakan, bahwa Iran bisa memblokir selat Hormuz, yang merupakan jalur sibuk dan dilalui 40 persen dari lalu lintas ekspor minyak dunia.
Menurut Rastegari, rudal Ra’d versi baru ini bisa menyerang target jarak menengah di udara. Pada awal Desember lalu, AL Iran telah mengujicoba rudal jarak menengah produksi sendiri. Rudal ini diberi nama Mehrab. Rudal ini berhasil menghantam sasaran yang ditargetkan.
Latihan perang itu sendiri diberi tajuk ‘Velayat 91’ dan akan diselenggarakan sejak Jumat (28/12/2012) hingga Rabu (2/1/2013). Latihan akan meliputi area seluas sekitar 1 juta km persegi di Selat Hormuz, Teluk Oman dan bagian utara laut India.
Meski areal yang digunakan dalam latihan sangat luas, namun AL Iran menjamin kalau Iran tak akan melanggar batas wilayah negara lain. “Tentu saja kami akan mengamati perbatasan laut negara tetangga dan akan melaksanakan latihan kami sesuai dengan hukum dan peraturan internasional,” tutur seorang Komandan AL Iran, Habibollah Sayyari.
Menurut Sayyari, latihan ini dimaksudkan untuk menampilkan kemampuan militer Iran dalam mengamankan rute penting pengiriman gas dan minyak. Para pejabat Iran telah sering mengatakan, bahwa Iran bisa memblokir selat Hormuz, yang merupakan jalur sibuk dan dilalui 40 persen dari lalu lintas ekspor minyak dunia.
(esn)