Myanmar akan keluarkan izin bagi surat kabar harian
Jum'at, 28 Desember 2012 - 20:32 WIB
Myanmar akan keluarkan izin bagi surat kabar harian
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Myanmar mengaku akan memberikan izin bagi harian-harian lokal untuk terbit, mulai April 2013. Keputusan ini diumumkan oleh Pemerintah Myanmar pada Jumat (28/12/2012). Ini adalah sebuah lompatan besar bagi sebuah negara yang nyaris tanpa kebebasan pers dalam beberapa dekade terakhir di era kediktatoran militer.
Sebelum militer merebut kekuasaan lewat kudeta 1962, ada lebih dari selusin harian lokal yang terbit dalam beberapa bahasa. Saat ini, hanya surat kabar harian yang dikendalikan oleh negara yang dizinkan untuk terbit. Koran ini berisi propaganda dan menjadi corong pemerintah.
"Kami bisa mengatakan itu adalah awal dari tahap ketiga dan langkah terakhir reformasi media di negeri ini," ujar seorang pejabat di Kementerian Informasi Myanmar yang tak mau disebutkan namanya pada kantor berita Reuters.
"Kami akan menerima aplikasi pada Februari dan saya berharap ada sekitar selusin koran yang mengajukan izin terbit,” lanjutnya. Keputusan ini adalah bagian dari demokrasi yang dicetuskan oleh Presiden Myanmar, Thein Sein yang telah berkuasa selama 19 bulan terakhir.
"Kami menyambut baik berita ini," kata Wai Phyo, Pemimpin Redaksi yang Weekly Eleven Jouurnal, salah satu dari empat media publikasi yang dimiliki Eleven Media Group. "Kami sudah menunggu hal ini sejak beberapa waktu lalu,” lanjutnya.
Pelonggaran kontrol media massa sudah dimulai pada pertengahan tahun lalu. Saat itu, Pemerintah Myanmar sudah memperbolehkan media mingguan dan bulanan untuk mempublikasikan edisi mereka tanpa perlu terlebih dahulu mengirimkan bukti halaman untuk disensor. Empat bulan lalu, Kementerian Informasi membatalkan semua bentuk sensor.
Sebelum militer merebut kekuasaan lewat kudeta 1962, ada lebih dari selusin harian lokal yang terbit dalam beberapa bahasa. Saat ini, hanya surat kabar harian yang dikendalikan oleh negara yang dizinkan untuk terbit. Koran ini berisi propaganda dan menjadi corong pemerintah.
"Kami bisa mengatakan itu adalah awal dari tahap ketiga dan langkah terakhir reformasi media di negeri ini," ujar seorang pejabat di Kementerian Informasi Myanmar yang tak mau disebutkan namanya pada kantor berita Reuters.
"Kami akan menerima aplikasi pada Februari dan saya berharap ada sekitar selusin koran yang mengajukan izin terbit,” lanjutnya. Keputusan ini adalah bagian dari demokrasi yang dicetuskan oleh Presiden Myanmar, Thein Sein yang telah berkuasa selama 19 bulan terakhir.
"Kami menyambut baik berita ini," kata Wai Phyo, Pemimpin Redaksi yang Weekly Eleven Jouurnal, salah satu dari empat media publikasi yang dimiliki Eleven Media Group. "Kami sudah menunggu hal ini sejak beberapa waktu lalu,” lanjutnya.
Pelonggaran kontrol media massa sudah dimulai pada pertengahan tahun lalu. Saat itu, Pemerintah Myanmar sudah memperbolehkan media mingguan dan bulanan untuk mempublikasikan edisi mereka tanpa perlu terlebih dahulu mengirimkan bukti halaman untuk disensor. Empat bulan lalu, Kementerian Informasi membatalkan semua bentuk sensor.
(esn)