Polisi Arab Saudi tembak mati seorang demonstran Syiah
Jum'at, 28 Desember 2012 - 19:03 WIB
Polisi Arab Saudi tembak mati seorang demonstran Syiah
A
A
A
Sindonews.com – Kepolisian Arab Saudi menembak mati seorang demonstran kaum Syiah, saat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan, di Distrik Qatif, Kamis (27/12/2012). Seperti dilaporkan Reuters, Jumat (28/12/2012), korban adalah Ali al-Marar (18). Selain korban tewas, bentrokan ini juga mengakibatkan enam orang pengunjuk rasa luka-luka.
Para aktivis mengatakan, polisi telah melepaskan tembakan tanpa pandang bulu ke arah pengunjuk rasa yang memprotes penahanan orang-orang dari Distrik Qatif. Polisi tak hanya menembaki demonstran, tapi juga menembak orang-orang yang berada di atas atap bangunan.
Berbeda dengan pengakuan para aktivis, pihak berwenang menyebut bahwa korban memiliki sepucuk pistol. “Patroli keamanan tiba di tengah hujan tembakan dan kami melepaskan tembakan untuk mempertahankan diri,” sebut sebuah pernyataan Kepolisian Arab Saudi.
Menurut pernyataan itu, patroli rutin berusaha untuk mencegat perusuh yang telah memblokir jalan dengan membakar ban. Sejumlah tembakan menghujani pasukan polisi, termasuk yang dilepaskan oleh al-Marar, yang akhirnya ditembak mati polisi.
Qatif adalah satu dari dua populasi terbesar kaum Syiah di Arab Saudi. Daerah ini telah dilanda kerusuhan sejak awal 2011 lalu. Para pengunjuk rasa mengeluh soal diskriminasi mereka alami dan penangkapan yang dilakukan terhadap kaum Syiah.
Arab Saudi memang didominasi oleh kaum Sunni. Kaum Syiah di Arab Saudi mengatakan, mereka tidak memiliki kesempatan kerja yang sama seperti kaum Sunni. Kaum Syiah juga mengatakan, bahwa pihak berwenang menghentikan mereka untuk membangun tempat-tempat beribadah.
Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi mengaku tidak mendiskriminasikan kaum Syiah dan menunjuk upaya Raja Abdullah untuk memasukkan mereka dalam penasihat Dewan Syura.
Para aktivis mengatakan, polisi telah melepaskan tembakan tanpa pandang bulu ke arah pengunjuk rasa yang memprotes penahanan orang-orang dari Distrik Qatif. Polisi tak hanya menembaki demonstran, tapi juga menembak orang-orang yang berada di atas atap bangunan.
Berbeda dengan pengakuan para aktivis, pihak berwenang menyebut bahwa korban memiliki sepucuk pistol. “Patroli keamanan tiba di tengah hujan tembakan dan kami melepaskan tembakan untuk mempertahankan diri,” sebut sebuah pernyataan Kepolisian Arab Saudi.
Menurut pernyataan itu, patroli rutin berusaha untuk mencegat perusuh yang telah memblokir jalan dengan membakar ban. Sejumlah tembakan menghujani pasukan polisi, termasuk yang dilepaskan oleh al-Marar, yang akhirnya ditembak mati polisi.
Qatif adalah satu dari dua populasi terbesar kaum Syiah di Arab Saudi. Daerah ini telah dilanda kerusuhan sejak awal 2011 lalu. Para pengunjuk rasa mengeluh soal diskriminasi mereka alami dan penangkapan yang dilakukan terhadap kaum Syiah.
Arab Saudi memang didominasi oleh kaum Sunni. Kaum Syiah di Arab Saudi mengatakan, mereka tidak memiliki kesempatan kerja yang sama seperti kaum Sunni. Kaum Syiah juga mengatakan, bahwa pihak berwenang menghentikan mereka untuk membangun tempat-tempat beribadah.
Meski begitu, Pemerintah Arab Saudi mengaku tidak mendiskriminasikan kaum Syiah dan menunjuk upaya Raja Abdullah untuk memasukkan mereka dalam penasihat Dewan Syura.
(esn)