Badai salju batalkan ratusan penerbangan di AS
Kamis, 27 Desember 2012 - 22:05 WIB
Badai salju batalkan ratusan penerbangan di AS
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah badai di musim dingin memaksa pembatalan sekitar 200 penerbangan di Amerika Serikat (AS), Kamis (27/12/2012). Perjalanan liburan ribuan warga AS terpaksa ditunda akibat turunya salju lebat dan angin kencang yang menghantam kawasan timur laut AS.
Penerbangan milik maskapai American Airlines yang paling dibatalkan, yakni sekitar 30 penerbangan. Satu hari sebelumnya, ada sekitar 1.500 penerbangan yang dibatalkan.
Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan, salju dengan ketebalan 30 sampai 46 cm menghujani wilayah utara New England, setelah sebuah badai salju bergerak dari arah timur laut. Kondisi yang sama juga terjadi di Michigan.
Sementara untuk wilayah Ohio, Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan daerah itu berada di bawah ancaman bada salju. Di sebelah utara New York, Vermont, dan New Hampshire diprediksi hujan salju akan turun dengan ketebalan 5 cm dan angin akan berhembus dengan kecepatan hingga 48 km per jam.
“Badai datang menerpa negara bagian New York, setelah selama musim gugur dan menjelang musim dingin, hanya ada sedikir salju,” kata Bill Hibbert, seorang ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional.
Penerbangan milik maskapai American Airlines yang paling dibatalkan, yakni sekitar 30 penerbangan. Satu hari sebelumnya, ada sekitar 1.500 penerbangan yang dibatalkan.
Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan, salju dengan ketebalan 30 sampai 46 cm menghujani wilayah utara New England, setelah sebuah badai salju bergerak dari arah timur laut. Kondisi yang sama juga terjadi di Michigan.
Sementara untuk wilayah Ohio, Badan Cuaca Nasional AS memperkirakan daerah itu berada di bawah ancaman bada salju. Di sebelah utara New York, Vermont, dan New Hampshire diprediksi hujan salju akan turun dengan ketebalan 5 cm dan angin akan berhembus dengan kecepatan hingga 48 km per jam.
“Badai datang menerpa negara bagian New York, setelah selama musim gugur dan menjelang musim dingin, hanya ada sedikir salju,” kata Bill Hibbert, seorang ahli meteorologi Layanan Cuaca Nasional.
(esn)