Warga LA tukar senjata dengan kupon belanja
Kamis, 27 Desember 2012 - 21:05 WIB
Warga LA tukar senjata dengan kupon belanja
A
A
A
Sindonews.com – Departemen Kepolisian Los Angeles (LAPD), Amerika Serikat (AS), menggelar sebuah program pembelian senjata dari warga Los Angeles. Program ini dilangsungkan, setelah terjadi sejumlah aksi penembakan di tengah-tengah warga AS. Yang paling menyita perhatian adalah penembakan puluhan murid SD di Connecticut, pertengahan bulan ini.
Untuk menarik minat, LAPD menyediakan kupon belanja di sebuah toko kelontong bagi warga Los Angeles yang menyerahkan senjatanya. LAPD menyediakan kupon senilai USD100 bagi warga yang menyerahkan pistol dan senapan, serta USD200 untuk senapan otomatis.
LAPD berjanji tak akan menanyakan asal-usul senjata yang diserahkan dan tak akan ada sanksi hukum bagi mereka yang menyerahkan senjata secara suka rela. Cukup banyak warga Los Angeles yang ikut dalam program ini. Sejumlah warga nampak menyerahkan senapan serbu dan senapan mesin otomatis milik mereka.
“Acara ini berjalan dengan baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini terlihat sangat positif. Banyak orang yang menunggu satu jam dalam antrian untuk bisa menyerahkan senjata mereka,” kata seorang anggota LAPD, Sersan Rudy Lopez, seperti dikutip dari Iol.co.za, Rabu (26/12/2012).
Lopez mengatakan, LAPD akan memeriksa senjata yang diserahkan, untuk memastikan apakah senjata itu telah dilaporkan dicuri atau hilang sebelumnya. Jika memang itu senjata curian, maka LAPD akan menyerahkan senjata itu pada pemilik sah. Dariprogram ini, LAPD menerima total 1.016 senjata api, termasuk 41 senapan.
Kisah tragis penembakan murid SD di Connecticut jadi salah satu alasan warga Los Angeles menyerahkan senjata mereka.
"Saya membawa pistol 9 milimeter ke program ini, karena saya ingin membuangnya keluar dari rumah. Saya memiliki anak remaja. Saya membenci apa yang dilakukan penembak di Connecticut,” kata Sandra Lefall (38), seorang warga Los Angeles.
Untuk menarik minat, LAPD menyediakan kupon belanja di sebuah toko kelontong bagi warga Los Angeles yang menyerahkan senjatanya. LAPD menyediakan kupon senilai USD100 bagi warga yang menyerahkan pistol dan senapan, serta USD200 untuk senapan otomatis.
LAPD berjanji tak akan menanyakan asal-usul senjata yang diserahkan dan tak akan ada sanksi hukum bagi mereka yang menyerahkan senjata secara suka rela. Cukup banyak warga Los Angeles yang ikut dalam program ini. Sejumlah warga nampak menyerahkan senapan serbu dan senapan mesin otomatis milik mereka.
“Acara ini berjalan dengan baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini terlihat sangat positif. Banyak orang yang menunggu satu jam dalam antrian untuk bisa menyerahkan senjata mereka,” kata seorang anggota LAPD, Sersan Rudy Lopez, seperti dikutip dari Iol.co.za, Rabu (26/12/2012).
Lopez mengatakan, LAPD akan memeriksa senjata yang diserahkan, untuk memastikan apakah senjata itu telah dilaporkan dicuri atau hilang sebelumnya. Jika memang itu senjata curian, maka LAPD akan menyerahkan senjata itu pada pemilik sah. Dariprogram ini, LAPD menerima total 1.016 senjata api, termasuk 41 senapan.
Kisah tragis penembakan murid SD di Connecticut jadi salah satu alasan warga Los Angeles menyerahkan senjata mereka.
"Saya membawa pistol 9 milimeter ke program ini, karena saya ingin membuangnya keluar dari rumah. Saya memiliki anak remaja. Saya membenci apa yang dilakukan penembak di Connecticut,” kata Sandra Lefall (38), seorang warga Los Angeles.
(esn)