Virus H5N1 mewabah, Bangladesh musnahkan 150 ribu unggas
Rabu, 26 Desember 2012 - 20:49 WIB
Virus H5N1 mewabah, Bangladesh musnahkan 150 ribu unggas
A
A
A
Sindonews.com - Pihak berwenang Bangladesh memutuskan untuk memusnahkan 150 ribu unggas dan 300 ribu telur, menyusul mewabahnya virus flu burung di sebuah peternakan di wilayah Gazipur, Ibu Kota Dhaka, Rabu (26/12/2012).
"Epidemi virus flu burung atau H5N1 telah menginfeksi 150 ribu ayam di sebuah peternakan komersil di Gazipur," ungkap Md Giasuddin, pihak yang bertanggung jawab atas National Reference Laboratory for Avian Influenza, seperti diberitakan dalam Xinhua.
Pejabat Gazipur mengatakan, pada akhir pekan lalu mereka telah menghancurkan 100 ribu unggas beserta 250 telur. “Dalam beberapa hari ke depan kami akan melanjutkan penghancuran 50 unggas dan 50 ribu telur,” kata Giasuddin .
Meski wabah ini belum menjangkiti manusia, namun pemerintah Banglades terus melakukan pemantauan penyebaran virus H5N1 yang biasanya mewabah pada Januari dan Februari, saat udara mengalami penurunan di Bangadesh.
"Kami siap melakukan pembendungan untuk menghentikan meluasnya epidemi ini," ungkap Mosaddique Hossain, Kepala Dokter Hewan Bangladesh.
Hossain menambahkan, tim medis telah melakukan pembatasan pergerakan manusia di sekitar peternakan unggas di Gazipur dalam radius 1 km.
Wabah flu burung pertama kali mewabah di Bangladesh, yakni di sebuah peternakan unggas di dekat ibu kota Dhaka pada Maret 2007. Buruknya sistem pengelolaan peternakan unggas membuat wabah itu menyebar dengan cepat ke 47 kabupaten. Namun, penyebaran virus tersebut tidak sampai menjangkiti manusia.
"Epidemi virus flu burung atau H5N1 telah menginfeksi 150 ribu ayam di sebuah peternakan komersil di Gazipur," ungkap Md Giasuddin, pihak yang bertanggung jawab atas National Reference Laboratory for Avian Influenza, seperti diberitakan dalam Xinhua.
Pejabat Gazipur mengatakan, pada akhir pekan lalu mereka telah menghancurkan 100 ribu unggas beserta 250 telur. “Dalam beberapa hari ke depan kami akan melanjutkan penghancuran 50 unggas dan 50 ribu telur,” kata Giasuddin .
Meski wabah ini belum menjangkiti manusia, namun pemerintah Banglades terus melakukan pemantauan penyebaran virus H5N1 yang biasanya mewabah pada Januari dan Februari, saat udara mengalami penurunan di Bangadesh.
"Kami siap melakukan pembendungan untuk menghentikan meluasnya epidemi ini," ungkap Mosaddique Hossain, Kepala Dokter Hewan Bangladesh.
Hossain menambahkan, tim medis telah melakukan pembatasan pergerakan manusia di sekitar peternakan unggas di Gazipur dalam radius 1 km.
Wabah flu burung pertama kali mewabah di Bangladesh, yakni di sebuah peternakan unggas di dekat ibu kota Dhaka pada Maret 2007. Buruknya sistem pengelolaan peternakan unggas membuat wabah itu menyebar dengan cepat ke 47 kabupaten. Namun, penyebaran virus tersebut tidak sampai menjangkiti manusia.
(esn)