14 ribu orang mengusi akibat banjir di Malaysia
Rabu, 26 Desember 2012 - 20:46 WIB
14 ribu orang mengusi akibat banjir di Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - Hujan deras yang disertai peningkatan gelombang pasang air laut memaksa 14 ribu penduduk Malaysia yang tinggal di tiga negara bagian untuk mengungsi ke sejumlah pusat evakuasi, Rabu (26/12/2012). Pasalnya, hujan deras yang disertai angin kencang telah membuat debit air sungai di tiga negara bagian Terengganu, Pahang, dan Kelantan meluap hingga menyebabkan banjir.
"Sekitar 13.746 warga dari tiga negara bagian, Terengganu, Pahang, dan Kelantan telah mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir," seperti diberitakan dalam harian Bernama.
"Kami memperkirakan curah hujan di tiga negara bagian tersebut akan terus meningkat dalam tiga hari ke depan, khususnya di negara bagian Terengganu. Pasalnya, angin musim timur akan terus bertiup hingga Maret," ungkap Muhammad Helmi Abdullah, Direktur Departemen Meteorologi Malaysia.
Tidak ada korban tewas akibat banjir ini, namun banjir telah merendam sejumlah tempat usaha dan lahan parkir bawah tanah di Ibu Kota Kuantan, Pahang. Banjir juga menyebabkan kemacetan lalu lintas parah.
"Banjir merupakan rutinitas tahunan bagi kami, namun berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini ini debit air naik begitu cepat," ungkap Razali Sulong (52) pengusi yang tinggal di negara bagian Pahang.
"Sekitar 13.746 warga dari tiga negara bagian, Terengganu, Pahang, dan Kelantan telah mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian akibat banjir," seperti diberitakan dalam harian Bernama.
"Kami memperkirakan curah hujan di tiga negara bagian tersebut akan terus meningkat dalam tiga hari ke depan, khususnya di negara bagian Terengganu. Pasalnya, angin musim timur akan terus bertiup hingga Maret," ungkap Muhammad Helmi Abdullah, Direktur Departemen Meteorologi Malaysia.
Tidak ada korban tewas akibat banjir ini, namun banjir telah merendam sejumlah tempat usaha dan lahan parkir bawah tanah di Ibu Kota Kuantan, Pahang. Banjir juga menyebabkan kemacetan lalu lintas parah.
"Banjir merupakan rutinitas tahunan bagi kami, namun berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini ini debit air naik begitu cepat," ungkap Razali Sulong (52) pengusi yang tinggal di negara bagian Pahang.
(esn)