Sistem peringatan tsunami di pantai selatan Thailand perlu perbaikan
Rabu, 26 Desember 2012 - 19:33 WIB
Sistem peringatan tsunami di pantai selatan Thailand perlu perbaikan
A
A
A
Sindonews.com - Menara untuk memperingatkan datangnya tsunami di sepanjang pantai Provinsi Andaman, sebelah selatan Thailand telah lama tak dirawat dan perlu diperbaiki. Hal ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Thailand, Plodprasop Surasavadi, Rabu (26/12/2012).
“Pihak berwenang ternyata telah gagal untuk memperbaiki menara peringatan tsunami yang rusak, termasuk pengeras suara bertenaga tinggi yang dipasang pada menara peringatan dan pelampung pendeteksi tsunami yang tersebar di tempat-tempat tertentu di perairan,” kata Surasavadi.
Surasavadi menyampaikan pernyataan ini pada peringatan 8 tahun bencana tsunami di wilayah pesisir, sepanjang pantai Andaman. Saat bencana tsunami melanda wilayah ini, lebih dari 5.000 orang tewas dan hampir 3.000 lainnya belum ditemukan hingga kini.
Tsunami yang terjadi pada 2004 itu, secara total telah menewaskan 230 ribu jiwa di 14 negara yang berada di pantai Samudra Hindia. Surasavadi menyatakan, bahwa pemerintah setempat telah gagal untuk menempatkan petugas pengawas di menara dan tidak menyelenggarakan latihan evakuasi bagi wisatawan dan penduduk desa.
"Semua peralatan yang diperlukan diperoleh dengan uang pembayar pajak, tetapi pihak berwenang tidak berbuat cukup untuk menjaga peralatan ini tetap dalam kondisi bagus dan siap beroperasi," kata Surasavadi yang juga pernah memimpin penanggulangan Peringatan Bencana Nasional Pusat Thailand.
“Pihak berwenang ternyata telah gagal untuk memperbaiki menara peringatan tsunami yang rusak, termasuk pengeras suara bertenaga tinggi yang dipasang pada menara peringatan dan pelampung pendeteksi tsunami yang tersebar di tempat-tempat tertentu di perairan,” kata Surasavadi.
Surasavadi menyampaikan pernyataan ini pada peringatan 8 tahun bencana tsunami di wilayah pesisir, sepanjang pantai Andaman. Saat bencana tsunami melanda wilayah ini, lebih dari 5.000 orang tewas dan hampir 3.000 lainnya belum ditemukan hingga kini.
Tsunami yang terjadi pada 2004 itu, secara total telah menewaskan 230 ribu jiwa di 14 negara yang berada di pantai Samudra Hindia. Surasavadi menyatakan, bahwa pemerintah setempat telah gagal untuk menempatkan petugas pengawas di menara dan tidak menyelenggarakan latihan evakuasi bagi wisatawan dan penduduk desa.
"Semua peralatan yang diperlukan diperoleh dengan uang pembayar pajak, tetapi pihak berwenang tidak berbuat cukup untuk menjaga peralatan ini tetap dalam kondisi bagus dan siap beroperasi," kata Surasavadi yang juga pernah memimpin penanggulangan Peringatan Bencana Nasional Pusat Thailand.
(esn)