Israel: Tak ada bukti senjata kimia telah digunakan di Suriah
Selasa, 25 Desember 2012 - 20:28 WIB
Israel: Tak ada bukti senjata kimia telah digunakan di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Israel mengungkapkan keraguannya soal telah digunakannya senjata kimia dalam perang saudara di Suriah. Pemerintah Isreal tak mempercayai laporan dari aktivis oposisi Suriah soal senjata kimia yang digunakan rezim Presiden Bashar al-Assad dalam menghadapi kaum pemberontak.
"Kami telah melihat laporan dari oposisi. Ini bukan yang pertama kali. Kita tidak memiliki konfirmasi atau bukti bahwa (senjata kimia) telah digunakan,” ujar Wakil Perdana Menteri Israel, Moshe Yaalon pada Radio Angkatan Darat Israel, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/12/2012).
Pada akhir pekan lalu, aktivis dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menunjukan buki yang mereka katakan sebagai akibat serangan gas beracun di Kota Homs. Sulit untuk memastikan kebenaran laporan ini, sebab Pemerintah Suriah membatasi akses media.
Kelompok ini memastikan, bahwa enam pemberontak tewas setelah menghirup gas beracun dalam pertempuran di garis depan di Kota Homs. Ketika ditanya soal gambar yang menunjukan seorang pasien tengah diobati setelah menghirup gas beracun, Yaalon tetap mengungkapkan keraguannya.
"Saya tidak yakin, bahwa apa yang kita lihat dalam foto itu adalah akibat dari penggunaan bahan senjata kimia. Bisa jadi luka itu disebabkan hal-hal lain," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pada akhir pekan lalu, pejabat senior pertahanan Israel, Amos Gilad mengatakan, senjata kimia Suriah masih aman, meskipun terlihat fakta bahwa Assad telah kehilangan kendali atas sebagian wilayah negaranya. Sebagai negara tetangga di selatan Suriah, Israel khawatir senjata kimia itu jatuh ke tangan militan Islam atau Hizbullah Lebanon.
"Kami telah melihat laporan dari oposisi. Ini bukan yang pertama kali. Kita tidak memiliki konfirmasi atau bukti bahwa (senjata kimia) telah digunakan,” ujar Wakil Perdana Menteri Israel, Moshe Yaalon pada Radio Angkatan Darat Israel, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/12/2012).
Pada akhir pekan lalu, aktivis dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menunjukan buki yang mereka katakan sebagai akibat serangan gas beracun di Kota Homs. Sulit untuk memastikan kebenaran laporan ini, sebab Pemerintah Suriah membatasi akses media.
Kelompok ini memastikan, bahwa enam pemberontak tewas setelah menghirup gas beracun dalam pertempuran di garis depan di Kota Homs. Ketika ditanya soal gambar yang menunjukan seorang pasien tengah diobati setelah menghirup gas beracun, Yaalon tetap mengungkapkan keraguannya.
"Saya tidak yakin, bahwa apa yang kita lihat dalam foto itu adalah akibat dari penggunaan bahan senjata kimia. Bisa jadi luka itu disebabkan hal-hal lain," katanya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pada akhir pekan lalu, pejabat senior pertahanan Israel, Amos Gilad mengatakan, senjata kimia Suriah masih aman, meskipun terlihat fakta bahwa Assad telah kehilangan kendali atas sebagian wilayah negaranya. Sebagai negara tetangga di selatan Suriah, Israel khawatir senjata kimia itu jatuh ke tangan militan Islam atau Hizbullah Lebanon.
(esn)