Bentrok tentara dan militan Yaman, 5 tewas
Selasa, 25 Desember 2012 - 20:00 WIB
Bentrok tentara dan militan Yaman, 5 tewas
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya lima militan tewas dan tiga tentara terluka, setelah terjadi baku tembak antara militer Yaman dengan kaum militan di dekat jalur pipa minyak yang rusak di Provinsi Maarib, sebelah timur Ibu Kota Yaman, Sanaa, Selasa (25/12/2012).
Pertempuran di Provinsi Maarib pecah, ketika pasukan pemerintah yang didukung oleh serangan udara mencoba untuk mengamankan pipa minyak dan memperbaiki kerusakan. “Pipa minyak ini dirusak oleh militan lokal pada bulan lalu,” kata seorang pejabat Yaman, seperti dikutip dari Reuters.
Pipa minyak dan gas di Yaman telah berulang kali disabotase oleh para pejuang Islam atau militan lokal sejak pemberontakan meletus pada akhir tahun lalu. Sabotase ini menyebabkan kekurangan bahan bakar dan memangkas pendapatan ekspor bagi Yaman.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai awal bulan ini antara kepala-kepala suku dan Pemerintah Yaman, suku-suku di Provinsi Maarib akan menghentikan aksi kaum militan yang ingin menyabotase pipa minyak dan gas. Sebagai imbalan, Pemerintah Yaman akan menghentikan serangan udara di daerah itu.
“Pasukan terpaksa dikerahkan, setelah suku-suku itu gagal mengamankan pipa atau menyerahkan pejuang yang terlibat dalam pembunuhan 17 perwira militer dan tentara Yaman dalam penyergapan sebelumnya. Para perwira ini tewas saat memeriksa pipa,” lanjut si pejabat.
Pertempuran di Provinsi Maarib pecah, ketika pasukan pemerintah yang didukung oleh serangan udara mencoba untuk mengamankan pipa minyak dan memperbaiki kerusakan. “Pipa minyak ini dirusak oleh militan lokal pada bulan lalu,” kata seorang pejabat Yaman, seperti dikutip dari Reuters.
Pipa minyak dan gas di Yaman telah berulang kali disabotase oleh para pejuang Islam atau militan lokal sejak pemberontakan meletus pada akhir tahun lalu. Sabotase ini menyebabkan kekurangan bahan bakar dan memangkas pendapatan ekspor bagi Yaman.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai awal bulan ini antara kepala-kepala suku dan Pemerintah Yaman, suku-suku di Provinsi Maarib akan menghentikan aksi kaum militan yang ingin menyabotase pipa minyak dan gas. Sebagai imbalan, Pemerintah Yaman akan menghentikan serangan udara di daerah itu.
“Pasukan terpaksa dikerahkan, setelah suku-suku itu gagal mengamankan pipa atau menyerahkan pejuang yang terlibat dalam pembunuhan 17 perwira militer dan tentara Yaman dalam penyergapan sebelumnya. Para perwira ini tewas saat memeriksa pipa,” lanjut si pejabat.
(esn)