Kuwait desak Iran bekerjasama dengan PBB soal isu nuklir
Selasa, 25 Desember 2012 - 16:35 WIB
Kuwait desak Iran bekerjasama dengan PBB soal isu nuklir
A
A
A
Sindonews.com - Kuwait mendesak Iran untuk bekerjasama lebih intensif dengan badan pengawas nuklir PBB. Menurut Pemerintah Kuwait, hal ini perlu dilakukan untuk meredakan kekhawatiran di kawasan Teluk tentang keamanan pembangkit listrik nuklir Iran yang terletak tepat di seberang perairan Kuwait.
“Teheran harus bekerja dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina untuk menjamin keselamatan fasilitas nulklir dekat kota pesisir Bushehr,” ujar Emir Kuwait, Sabah al-Ahmed al-Sabah, seperti dikutip dari the Star, Senin (24/12/2012).
Sabah menyampaikan pernyataan ini di Bahrain, dalam KTT tahunan Gulf Cooperation Council (GCC), sebuah kelompok yang terdiri dari enam negara Arab pengekspor minyak di kawasan Teluk.
Negara anggota GCC adalah Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan Kuwait. Kelompok ini kerap bertentangan dengan Iran dalam sejumlah isu dan acap berebut pengaruh di regional kawasan itu.
Di Kota Bushehr sendiri memang ada sebuah situs pembangkit nuklir yang dibangun oleh Iran dengan bantuan Rusia. Situs ini ditutup pada Oktober lalu, setelah ditemukan kerusakan pada baut di bawah sel bahan bakar.
“Kabar yang dilaporkan baru-baru ini tentang kegagalan teknis yang melanda reaktor Bushehr, menegaskan apa yang kita disebutkan tentang pentingnya kerja sama Iran dengan IAEA. Dan perlunya berkomitmen untuk kriteria dan aturan, untuk menjamin keamanan dari negara-negara di wilayah ini dan masyarakatnya dari pengaruh radioaktif," lanjut Sabah.
“Teheran harus bekerja dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang berbasis di Wina untuk menjamin keselamatan fasilitas nulklir dekat kota pesisir Bushehr,” ujar Emir Kuwait, Sabah al-Ahmed al-Sabah, seperti dikutip dari the Star, Senin (24/12/2012).
Sabah menyampaikan pernyataan ini di Bahrain, dalam KTT tahunan Gulf Cooperation Council (GCC), sebuah kelompok yang terdiri dari enam negara Arab pengekspor minyak di kawasan Teluk.
Negara anggota GCC adalah Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan Kuwait. Kelompok ini kerap bertentangan dengan Iran dalam sejumlah isu dan acap berebut pengaruh di regional kawasan itu.
Di Kota Bushehr sendiri memang ada sebuah situs pembangkit nuklir yang dibangun oleh Iran dengan bantuan Rusia. Situs ini ditutup pada Oktober lalu, setelah ditemukan kerusakan pada baut di bawah sel bahan bakar.
“Kabar yang dilaporkan baru-baru ini tentang kegagalan teknis yang melanda reaktor Bushehr, menegaskan apa yang kita disebutkan tentang pentingnya kerja sama Iran dengan IAEA. Dan perlunya berkomitmen untuk kriteria dan aturan, untuk menjamin keamanan dari negara-negara di wilayah ini dan masyarakatnya dari pengaruh radioaktif," lanjut Sabah.
(esn)