PM India minta warga tenang pasca tragedi pemerkosaan
Senin, 24 Desember 2012 - 15:46 WIB
PM India minta warga tenang pasca tragedi pemerkosaan
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri India Manmohan Singh menghimbau ribuan orang yang terlibat bentrok dengan polisi di Ibu Kota New Delhi untuk tenang. Pernyataan ini menyusul aksi protes yang dilakukan ratusan orang akibat aksi kekerasan dan pemerkosaan yang dilakukan oleh anggota geng terhadap wanita dewasa (23), akhir pekan kemarin.
"Saya mengajak seluruh warga yang memiliki kepedulian untuk menjaga perdamaian dan ketenangan. Saya akan melakukan sebuah upaya untuk menjamin keamanan dan keselamatan perempuan di negeri ini," ungkap Singh seperti diberitakan dalam Reuters, Senin (24/12/2012).
Singh sangat menyayangkan bentrok yang terjadi antara pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa dengan petugas kepolisian tersebut. Lebih dari seratus orang terluka dalam bentrok akhir pekan lalu. Sementara, kepolisian India mengatakan sedikitnya 60 anggotanya tewas dalam insiden tersebut.
Bentrok tak terelakan saat pengunjuk rasa mencoba menerobos barikade polisi yang menjaga istana negara. Pengunjuk rasa meminta pemerintah India menjatuhkan hukuman mati, bukan hukuman penjara seumur hidup bagi anggota geng.
Seperti diketahui keselamatan wanita di India tergolong rendah berdasarkan catatan kepolisian, aksi pemerkosaan di India terjadi setiap 18 jam sekali, sementara kekerasan dalam bentuk seksual terjadi setiap 14 jam sekali.
"Saya mengajak seluruh warga yang memiliki kepedulian untuk menjaga perdamaian dan ketenangan. Saya akan melakukan sebuah upaya untuk menjamin keamanan dan keselamatan perempuan di negeri ini," ungkap Singh seperti diberitakan dalam Reuters, Senin (24/12/2012).
Singh sangat menyayangkan bentrok yang terjadi antara pengunjuk rasa yang sebagian besar mahasiswa dengan petugas kepolisian tersebut. Lebih dari seratus orang terluka dalam bentrok akhir pekan lalu. Sementara, kepolisian India mengatakan sedikitnya 60 anggotanya tewas dalam insiden tersebut.
Bentrok tak terelakan saat pengunjuk rasa mencoba menerobos barikade polisi yang menjaga istana negara. Pengunjuk rasa meminta pemerintah India menjatuhkan hukuman mati, bukan hukuman penjara seumur hidup bagi anggota geng.
Seperti diketahui keselamatan wanita di India tergolong rendah berdasarkan catatan kepolisian, aksi pemerkosaan di India terjadi setiap 18 jam sekali, sementara kekerasan dalam bentuk seksual terjadi setiap 14 jam sekali.
(esn)