Tragedi pemerkosaan picu bentrok di India
Senin, 24 Desember 2012 - 14:48 WIB
Tragedi pemerkosaan picu bentrok di India
A
A
A
Sindonews.com - Polisi India dan ribuan pengunjukrasa bentrok di Ibu Kota New Delhi, India, Minggu (23/12/2012). Pengunjuk rasa tidak setuju dengan keputusan pemerintah yang hanya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada anggota geng yang memperkosa seorang wanita (23) di atas bus.
"Gantung pelaku pemerkosa. Selamatkan wanita India dari serangkaian aksi kekerasan dan pemerkosaan," Seperti ditulis dalam spanduk yang diusung oleh pengunjuk rasa.
Aksi bentrok awalnya berlangsung damai, namun menjadi ricuh saat sejumlah pengujuk rasa berusaha menerobos barikade polisi yang menjaga Istana Kepresidenan Pranab Mukherjee di Ibu Kota New Delhi.
Guna meredam kemarahan para pengunjuk rasa, petugas kepolisian terpaksa menyemprotkan gas air mata dan melepaskan bom air pada sejumlah pengunjuk rasa. Pasca bentrok, polisi telah menahan enam orang pengunjuk rasa dan memberlakukan jam malam dan patroli di Ibu Kota New Delhi.
Sementara itu, pihak medis mengatakan pasca menjalani operasi kondisi kesehatan korban pemerkosaan itu masih kritis. Polisi mengatakan, wanita yang menjadi korban pemerkosaan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Ditengah jalan, wanita tersebut diperkosa dalam bus, satu jam setelah diperkosa anggota geng melempar wanita tersebut ke jalan.
Seperti diketahui keselamatan wanita di India tergolong rendah berdasarkan catatan kepolisian, aksi pemerkosaan di India terjadi setiap 18 jam sekali, sementara kekerasan dalam bentuk seksual terjadi setiap 14 jam sekali.
"Gantung pelaku pemerkosa. Selamatkan wanita India dari serangkaian aksi kekerasan dan pemerkosaan," Seperti ditulis dalam spanduk yang diusung oleh pengunjuk rasa.
Aksi bentrok awalnya berlangsung damai, namun menjadi ricuh saat sejumlah pengujuk rasa berusaha menerobos barikade polisi yang menjaga Istana Kepresidenan Pranab Mukherjee di Ibu Kota New Delhi.
Guna meredam kemarahan para pengunjuk rasa, petugas kepolisian terpaksa menyemprotkan gas air mata dan melepaskan bom air pada sejumlah pengunjuk rasa. Pasca bentrok, polisi telah menahan enam orang pengunjuk rasa dan memberlakukan jam malam dan patroli di Ibu Kota New Delhi.
Sementara itu, pihak medis mengatakan pasca menjalani operasi kondisi kesehatan korban pemerkosaan itu masih kritis. Polisi mengatakan, wanita yang menjadi korban pemerkosaan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Ditengah jalan, wanita tersebut diperkosa dalam bus, satu jam setelah diperkosa anggota geng melempar wanita tersebut ke jalan.
Seperti diketahui keselamatan wanita di India tergolong rendah berdasarkan catatan kepolisian, aksi pemerkosaan di India terjadi setiap 18 jam sekali, sementara kekerasan dalam bentuk seksual terjadi setiap 14 jam sekali.
(esn)