Rusia: Tak ada yang akan memenangkan perang di Suriah
Sabtu, 22 Desember 2012 - 22:59 WIB
Rusia: Tak ada yang akan memenangkan perang di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, tidak ada pihak yang akan memenangkan perang sipil di Suriah. "Dengar, tidak ada yang akan memenangkan perang ini," kata Lavrov pada wartawan yang ikut dalam pesawat pemerintah, dalam perjalanan dari Moskow ke Belgia untuk menghadiri KTT Uni Eropa.
"Presiden Suriah Basrah al-Assad tidak akan pergi ke mana pun. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, bahwa ia akan pergi ke China atau Rusia," kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2012).
Lavrov menyatakan, bahwa Rusia telah menolak permintaan dari negara-negara di kawasan itu untuk menekan Assad agar meninggalkan Suriah. Lavrov juga membantah, bahwa Rusia menawarkan diri untuk menampung Assad.
"Beberapa kekuatan regional menyarankan, bahwa kami harus memberitahu Assad, bahwa Rusia siap untuk mengakomodasi dia," kata Lavrov. Menurutnya, Rusia tak perlu dan tak mau melakukan hal itu. “Jika ada yang memiliki rencana seperti itu, mengapa mereka tak datang langsung pada Assad,” tandasnya.
Menurut Assad, Rusia dan China tak akan mampu membujuk Assad untuk menghentikan peperangan. Lavrov mengatakan, ancaman terbesar dari senjata kimia Suriah adalah bahwa mereka bisa jatuh ke tangan kaum militan.
"Menurut data intelijen yang kami miliki, saat ini pemerintah (Suriah) melakukan semua upaya yang bisa mereka lakukan untuk mengamankan senjata kimia. Pihak berwenang Suriah telah menempatkan senjata-senjata itu pada satu atau dua tempat, agar terkonsentrasi,” jelas Lavrov.
"Presiden Suriah Basrah al-Assad tidak akan pergi ke mana pun. Tidak peduli apa yang dikatakan orang, bahwa ia akan pergi ke China atau Rusia," kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (22/12/2012).
Lavrov menyatakan, bahwa Rusia telah menolak permintaan dari negara-negara di kawasan itu untuk menekan Assad agar meninggalkan Suriah. Lavrov juga membantah, bahwa Rusia menawarkan diri untuk menampung Assad.
"Beberapa kekuatan regional menyarankan, bahwa kami harus memberitahu Assad, bahwa Rusia siap untuk mengakomodasi dia," kata Lavrov. Menurutnya, Rusia tak perlu dan tak mau melakukan hal itu. “Jika ada yang memiliki rencana seperti itu, mengapa mereka tak datang langsung pada Assad,” tandasnya.
Menurut Assad, Rusia dan China tak akan mampu membujuk Assad untuk menghentikan peperangan. Lavrov mengatakan, ancaman terbesar dari senjata kimia Suriah adalah bahwa mereka bisa jatuh ke tangan kaum militan.
"Menurut data intelijen yang kami miliki, saat ini pemerintah (Suriah) melakukan semua upaya yang bisa mereka lakukan untuk mengamankan senjata kimia. Pihak berwenang Suriah telah menempatkan senjata-senjata itu pada satu atau dua tempat, agar terkonsentrasi,” jelas Lavrov.
(esn)