Iran: Penempatan Rudal Patriot NATO bahayakan keamanan Turki
Sabtu, 22 Desember 2012 - 22:10 WIB
Iran: Penempatan Rudal Patriot NATO bahayakan keamanan Turki
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Iran menyatakan, penempatan sistem pertahanan rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki yang berbatasan dengan Suriah, justru membahayakan keamanan dalam negeri Turki.
"Instalasi rudal Patriot di Turki tidak memainkan peran dalam membangun keamanan Turki dan ini merugikan negara Turki," kata Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi, Sabtu (22/12/201), seperti dikutip dari Reuters.
"Negara Barat selalu mengejar sudut pandang dan kepentingan mereka. Kami tidak setuju dengan kehadiran negara-negara Barat dalam interaksi regional," lanjut Vahidi. Iran yang juga sekutu rezim Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad, memang sangat menentang penempatan rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki.
Iran menyebut, penempatan rudal Patriot NATO di perbatasan Turki hanya akan meningkatkan tensi di wilayah tersebut. Turki sendiri mengajukan permohonan rudal Patriot setelah sejumlah altileri dari perang saudara di Suriah masuk ke wilayah Turki.
Vahidi juga membantah, bahwa Iran telah melatih pasukan Pemerintah Suriah untuk memerangi kaum pemberontak. "Suriah tidak memerlukan Iran untuk melatih pasukannya, karena Suriah sudah memiliki militer yang kuat dan telah mempersiapkan diri untuk terlibat pertikaian dengan rezim Zionis (Israel)," kata Vahidi.
"Instalasi rudal Patriot di Turki tidak memainkan peran dalam membangun keamanan Turki dan ini merugikan negara Turki," kata Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi, Sabtu (22/12/201), seperti dikutip dari Reuters.
"Negara Barat selalu mengejar sudut pandang dan kepentingan mereka. Kami tidak setuju dengan kehadiran negara-negara Barat dalam interaksi regional," lanjut Vahidi. Iran yang juga sekutu rezim Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad, memang sangat menentang penempatan rudal Patriot milik NATO di wilayah Turki.
Iran menyebut, penempatan rudal Patriot NATO di perbatasan Turki hanya akan meningkatkan tensi di wilayah tersebut. Turki sendiri mengajukan permohonan rudal Patriot setelah sejumlah altileri dari perang saudara di Suriah masuk ke wilayah Turki.
Vahidi juga membantah, bahwa Iran telah melatih pasukan Pemerintah Suriah untuk memerangi kaum pemberontak. "Suriah tidak memerlukan Iran untuk melatih pasukannya, karena Suriah sudah memiliki militer yang kuat dan telah mempersiapkan diri untuk terlibat pertikaian dengan rezim Zionis (Israel)," kata Vahidi.
(esn)