Penarikan pasukan NATO akan kurangi korupsi di Afghanistan
Sabtu, 22 Desember 2012 - 20:10 WIB
Penarikan pasukan NATO akan kurangi korupsi di Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyalahkan orang asing atas sebagian besar korupsi yang terjadi di negerinya. Menurut Karzai, penarikan pasukan NATO pada 2014 akan membantu membersihkan negara itu dari korupsi.
“Pada 2014, ketika pasukan asing telah meninggalkan Afghanistan, kontrak mereka dengan Pemerintah Afghanistan secara bertahap akan hilang. Ini akan membantu Afghanistan menyingkirkan korupsi dan itu akan baik untuk Afghanistan," ujar Karzai, Sabtu (22/12/2012), seperti dikutip dari Channel News Asia.
Lebih dari 11 tahun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan, bantuan senilai miliaran dolar mengalir ke salah satu negara termiskin di dunia itu. Kondisi ini sekaligus membuat Afghanistan menjadi salah satu negara paling korup di dunia.
"Korupsi dalam administrasi kami hanya bernilai kecil. Korupsi besar yang melibatkan ratusan juta dolar bukan kami yang melakukan, tapi hal itu telah dipaksakan pada kami. Korupsi besar terjadi dalam transaksi dan kontrak yang melibatkan orang luar di Afghanistan. Kontrak ini diberikan kepada pejabat pemerintah senior atau keluarga mereka," tutur Karzai.
Para donatur telah menjanjikan bantuan senilai miliaran dolar, setelah pasukan tempur NATO mundur dari Afghanistan. Namun, para donatur menerapkan syarat yang ketat untuk menghindari dana bantuan dikorupsi berbagai pihak.
“Pada 2014, ketika pasukan asing telah meninggalkan Afghanistan, kontrak mereka dengan Pemerintah Afghanistan secara bertahap akan hilang. Ini akan membantu Afghanistan menyingkirkan korupsi dan itu akan baik untuk Afghanistan," ujar Karzai, Sabtu (22/12/2012), seperti dikutip dari Channel News Asia.
Lebih dari 11 tahun setelah invasi pimpinan Amerika Serikat di Afghanistan, bantuan senilai miliaran dolar mengalir ke salah satu negara termiskin di dunia itu. Kondisi ini sekaligus membuat Afghanistan menjadi salah satu negara paling korup di dunia.
"Korupsi dalam administrasi kami hanya bernilai kecil. Korupsi besar yang melibatkan ratusan juta dolar bukan kami yang melakukan, tapi hal itu telah dipaksakan pada kami. Korupsi besar terjadi dalam transaksi dan kontrak yang melibatkan orang luar di Afghanistan. Kontrak ini diberikan kepada pejabat pemerintah senior atau keluarga mereka," tutur Karzai.
Para donatur telah menjanjikan bantuan senilai miliaran dolar, setelah pasukan tempur NATO mundur dari Afghanistan. Namun, para donatur menerapkan syarat yang ketat untuk menghindari dana bantuan dikorupsi berbagai pihak.
(esn)