Demonstran Mesir bentrok di Alexandria
Jum'at, 21 Desember 2012 - 22:55 WIB
Demonstran Mesir bentrok di Alexandria
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antar pendukung dan penentang Presiden Mesir, Mohamed Morsi terjadi di Kota Alexandria, Jumat (21/12/2012). Polisi anti huru-hara Mesir menembakan gas air mata dan mencoba untuk memadamkan bentrokan.
Seperti dikutip dari Times of India, enam orang dilaporkan terluka akibat bentrokan antara kelompok oposisi yang menentang referendum dan kaum Islamis yang mendukung Presiden Morsi. Referendum dilakukan untuk menentukan apakah konstitusi baru akan diterapkan atau tidak di Mesir.
Kelompok oposisi yang berhaluan sekuler melihat konstitusi yang diusulkan akan melemahkan hak asasi manusia dan membuka jalan untuk menerapkan hukum syariah Islam di Mesir. Karenanya, kaum oposisi menolak putaran kedua referendum yang akan dilangsungkan pada Sabtu, 22 Desember.
Sejumlah analis menilai, konstitusi baru kemungkinan besar akan diterapkan di Mesir. Namun, konstitusi ini tidak akan mengakhiri krisis politik di negara itu. Ketidakstabilan keamanan telah membuat perekonomian Mesir terpuruk.
Kepala koalisi Barisan Nasional Keselamatan oposisi, yang juga mantan pejabat Energi Badan Atom PBB, Mohamed ElBaradei, memperingatkan bahwa saat ini negara berada di ambang kebangkrutan.
“Solusi masih mungkin dicapai, asalkan Morsi siap untuk melakukan dialog yang tulus dan memungkinkan sebuah konstitusi baru yang akan disusun melalui proses yang lebih inklusif,” ujarnya.
Seperti dikutip dari Times of India, enam orang dilaporkan terluka akibat bentrokan antara kelompok oposisi yang menentang referendum dan kaum Islamis yang mendukung Presiden Morsi. Referendum dilakukan untuk menentukan apakah konstitusi baru akan diterapkan atau tidak di Mesir.
Kelompok oposisi yang berhaluan sekuler melihat konstitusi yang diusulkan akan melemahkan hak asasi manusia dan membuka jalan untuk menerapkan hukum syariah Islam di Mesir. Karenanya, kaum oposisi menolak putaran kedua referendum yang akan dilangsungkan pada Sabtu, 22 Desember.
Sejumlah analis menilai, konstitusi baru kemungkinan besar akan diterapkan di Mesir. Namun, konstitusi ini tidak akan mengakhiri krisis politik di negara itu. Ketidakstabilan keamanan telah membuat perekonomian Mesir terpuruk.
Kepala koalisi Barisan Nasional Keselamatan oposisi, yang juga mantan pejabat Energi Badan Atom PBB, Mohamed ElBaradei, memperingatkan bahwa saat ini negara berada di ambang kebangkrutan.
“Solusi masih mungkin dicapai, asalkan Morsi siap untuk melakukan dialog yang tulus dan memungkinkan sebuah konstitusi baru yang akan disusun melalui proses yang lebih inklusif,” ujarnya.
(esn)