Obama bentuk gugus tugas kontrol senjata api

Kamis, 20 Desember 2012 - 19:02 WIB
Obama bentuk gugus tugas...
Obama bentuk gugus tugas kontrol senjata api
A A A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membentuk sebuah gugus tugas untuk mengontrol kepemilikan senjata api di AS, Rabu (19/12/2012). Gugus tugas ini akan dipimpin oleh Wakil Presiden AS, Joe Biden.

Gugus tugas antar-lembaga ini bertugas untuk menyikapi respon yang ada di tengah-tengah masyarakat AS, usai terjadinya tragedi pembantaian di sebuah Sekolah Dasar di Newtown, Connecticut, akhir pekan lalu. Gugus tugas akan membuat proposal untuk undang-undang baru dan menambil tindakan pada Januari 2013.

Obama akan mendorong usulan kontrol senjata baru di Kongres AS, usai pelantikan dirinya sebagai Presiden AS periode mendatang pada akhir Desember.

"Kata-kata harus mengarah pada tindakan. Fakta masalah ini adalah kompleks dan tidak bisa lagi menjadi alasan untuk menunda tindakan,” kata Obama di ruang briefing Gedung Putih, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (20/12/2012).

Obama berjanji akan menggunakan semua kekuatan yang dimiliki Gedung Putih untuk membantu upaya yang bertujuan untuk mencegah tragedi penembakan massal kembali terjadi di masa depan.

"Ini bukan komisi Washington, yang akan membutuhkan pembahasan enam bulan dan kemudian disimpan. Seperti usulan kontrol senjata yang lama, yang telah menghabiskan puluhan tahun di Kongres. Upaya ini akan dipelopori oleh Wakil Presiden,” ujarnya.

Langkah pertama yang akan diambil Pemerintah AS adalah, Biden akan bekerja dengan anggota kabinet dan kelompok di luar Pemerintah untuk merumuskan rekomendasi. Obama juga sudah meminta Kongres AS untuk mengembalikan larangan kepemilikan senjata yang berakhir pada 2004 lalu.

Semua ini dilakukan untuk menutup celah yang memungkinkan orang untuk membeli senjata api tanpa pemeriksaan latar belakang. Meski begitu, cukup banyak pihak yang pesimis dengan larangan baru kepemilikan senjata, mengingat begitu banyaknya senjata gelap yang beredar di AS.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
51 menit yang lalu
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
1 jam yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
2 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
3 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
3 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved