Keselamatan Nasional jadi prioritas Geun-hey
Kamis, 20 Desember 2012 - 12:47 WIB
Keselamatan Nasional jadi prioritas Geun-hey
A
A
A
Sindonews.com - Seusai dinyatakan menang oleh Komisi Nasional Pemilu Korea Selatan (NEC), Park Geun-hey langsung mengumbar janji. Dalam pidato kemenangan di markas Partai Saenuri, Kamis (20/12/2012), Geun-hey berjanji bahwa dalam pemerintahannya nanti, masalah keamanan nasional Korea Selatan (Korsel) akan prioritas utama.
"Pemilu kali ini terlaksana di tengah-tengah perubahan yang berlangsung cepat di sekitar semenanjung Korea," ungkap Geun-hye seperti diberitakan dalam Yonhap.
"Saya akan menepati janji saya pada semua orang. Tanpa kegagalan, saya akan membuka sebuah era baru bagi semenanjung Korea dengan mewujudkan keamanan nasional yang kuat dan berlandaskan kepercayaan dalam diplomasi,"ia menambahkan.
Pernyataan ini Geun-hey itu tak lepas dari fakta bahwa Korea Utara telah mengancam Korsel. Korut berencana untuk mebombardir Korsel dengan peluncuran roket. Hal inilah yang ingin diantisipasi oleh presiden wanita pertama Korsel itu.
Selain itu, Geun-hye mengatakan dia akan mencoba mempromosikan rekosiliasi, kerjasama, dan perdamaian di Asia Timur berdasarkan pada persepsi yang benar tentang sejarah masa lalu. Hal ini merujuk pada kondisi masa lalu saat Jepang menjajah Korsel.
Setelah menyampaikan pidato kemenanganya, Geun-hey dijadwalkan melakukan pertemuan diplomatik pertama usai terpilih dengan Duta Besar Amerika Serikat, Sung Kim dan Duta Besar China, Zhang Xinsen. Dalam pertemuan itu, mereka akan membahas bentuk-bentuk keamanan dan kerja sama penting bagi Korsel.
"Pemilu kali ini terlaksana di tengah-tengah perubahan yang berlangsung cepat di sekitar semenanjung Korea," ungkap Geun-hye seperti diberitakan dalam Yonhap.
"Saya akan menepati janji saya pada semua orang. Tanpa kegagalan, saya akan membuka sebuah era baru bagi semenanjung Korea dengan mewujudkan keamanan nasional yang kuat dan berlandaskan kepercayaan dalam diplomasi,"ia menambahkan.
Pernyataan ini Geun-hey itu tak lepas dari fakta bahwa Korea Utara telah mengancam Korsel. Korut berencana untuk mebombardir Korsel dengan peluncuran roket. Hal inilah yang ingin diantisipasi oleh presiden wanita pertama Korsel itu.
Selain itu, Geun-hye mengatakan dia akan mencoba mempromosikan rekosiliasi, kerjasama, dan perdamaian di Asia Timur berdasarkan pada persepsi yang benar tentang sejarah masa lalu. Hal ini merujuk pada kondisi masa lalu saat Jepang menjajah Korsel.
Setelah menyampaikan pidato kemenanganya, Geun-hey dijadwalkan melakukan pertemuan diplomatik pertama usai terpilih dengan Duta Besar Amerika Serikat, Sung Kim dan Duta Besar China, Zhang Xinsen. Dalam pertemuan itu, mereka akan membahas bentuk-bentuk keamanan dan kerja sama penting bagi Korsel.
(esn)