Bank Dunia janjikan bantuan USD 900 juta untuk Irak
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:25 WIB
Bank Dunia janjikan bantuan USD 900 juta untuk Irak
A
A
A
Sindonews.com – Bank Dunia menjanjikan bantuan USD900 juta bagi Irak selama empat tahun ke depan. Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/12/2012), bantuan ini diberikan untuk membantu menciptakan lapangan kerja, membangun institusi yang lebih kuat dan meningkatkan mutu kehidupan sosial di Irak.
"Irak membuka sebuah babak baru dalam sejarah panjang dan mendalam," kata Ferid Belhaj, Direktur Bank Dunia untuk Irak, Suriah, Iran, Lebanon, dan Yordania. "Ini adalah sebuah bab (untuk Irak) di mana potensi manusia, luas negara, sumber daya alam, dan lokasi yang strategis akan menjadi pusat pemulihan sosial-ekonomi," lanjutnya.
Pemerintah Irak mengembangkan strategi dengan Bank Dunia, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk fokus pada pembangunan manajemen yang lebih baik dalam pengelolaan kekayaan minyak Irak dan perbaikan iklim investasi.
Irak memiliki cadangan minyak keempat terbesar di dunia dan tergantung pada kekayaan minyak untuk mendanai 95 persen dari anggaran belanja negara. Tapi, 9 tahun sejak invasi pimpinan Amerika Serikat yang menggulingkan rezim Saddam Hussein, Irak tetap bergantung sepenuhnya pada cadangan minyak.
Di luar sektor minyak, perusahaan swasta belum memainkan peran signifikan dalam membangun kembali negara itu. Setelah bertahun-tahun usai perang, infrastruktur di Irak tetap bobrok.
"Irak membuka sebuah babak baru dalam sejarah panjang dan mendalam," kata Ferid Belhaj, Direktur Bank Dunia untuk Irak, Suriah, Iran, Lebanon, dan Yordania. "Ini adalah sebuah bab (untuk Irak) di mana potensi manusia, luas negara, sumber daya alam, dan lokasi yang strategis akan menjadi pusat pemulihan sosial-ekonomi," lanjutnya.
Pemerintah Irak mengembangkan strategi dengan Bank Dunia, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya untuk fokus pada pembangunan manajemen yang lebih baik dalam pengelolaan kekayaan minyak Irak dan perbaikan iklim investasi.
Irak memiliki cadangan minyak keempat terbesar di dunia dan tergantung pada kekayaan minyak untuk mendanai 95 persen dari anggaran belanja negara. Tapi, 9 tahun sejak invasi pimpinan Amerika Serikat yang menggulingkan rezim Saddam Hussein, Irak tetap bergantung sepenuhnya pada cadangan minyak.
Di luar sektor minyak, perusahaan swasta belum memainkan peran signifikan dalam membangun kembali negara itu. Setelah bertahun-tahun usai perang, infrastruktur di Irak tetap bobrok.
(esn)