Bocah 11 tahun di Utah bawa pistol ke sekolah
Rabu, 19 Desember 2012 - 09:57 WIB
Bocah 11 tahun di Utah bawa pistol ke sekolah
A
A
A
Sindonews.com – Penembakan massal yang terjadi di SD Sandy Hook, di Newtown, Connecticut, Amerika Serikat (AS) akhir pekan lalu menimbulkan dampak beragam. Di saat sejumlah kalangan menyikapinya dengan desakan pembatasan hak kepemilikan senjata, seorang siswa SD West Kearns, di pinggiran Salt Lake City, Utah justru merasa perlu membawa sepucuk pistol ke sekolah.
Siswa berusia 11 tahun yang tak disebutkan namanya ini membawa sepucuk pistol berkaliber 22 dan diduga telah mengancam teman-teman sekelasnya, Senin (17/12/2012). Pistol itu ditemukan dalam ransel si anak di ruang kelas. Tak ada amunisi dalam pistol itu, namun ia memiliki sejumlah peluru. Tapi, tak jelas apakah peluru itu cocok untuk pistol yang dibawanya.
“Dia mengaku membawa senjata untuk melindungi dirinya dan teman-temannya dari kemungkinan penembakan massal seperti yang terjadi di Connecticut,” ujar Juru Bicara Sekolah, Ben Horsley, seperti dikutip dari NewStraitTimes, Rabu (19/12/2012).
Seorang guru yang mengetahui hal ini langsung bertindak. “Ia segera menangkap siswa itu dan membawanya ke Kantor Kepala Sekolah,” jelas Horsley. Polisi pun dipanggil untuk menjemput anak itu dan membawanya ke tahanan.
Anak itu didakwa dengan kepemilikan senjata mematikan di aeral sekolah dan penyerangan.
"Tuduhan penyerangan berasal dari laporan bahwa ia telah melontarkan ancaman, atau melambaikan senjata secara mengancam terhadap tiga siswa lain. Peristiwa ini terjadi pada saat makan siang," kata Horsley.
Selain tuntutan pidana, anak itu juga diskors dari sekolah. “Kami menyampaikan rasa terima kasih pada para siswa yang melaporkan kejadian ini. Kami memiliki kamera untuk mengetahui hal-hal yang terjadi, tapi laporan dari para siswa tetaplah andalan sistem keamanan kami di sekolah,” lanjut Horsley.
Siswa berusia 11 tahun yang tak disebutkan namanya ini membawa sepucuk pistol berkaliber 22 dan diduga telah mengancam teman-teman sekelasnya, Senin (17/12/2012). Pistol itu ditemukan dalam ransel si anak di ruang kelas. Tak ada amunisi dalam pistol itu, namun ia memiliki sejumlah peluru. Tapi, tak jelas apakah peluru itu cocok untuk pistol yang dibawanya.
“Dia mengaku membawa senjata untuk melindungi dirinya dan teman-temannya dari kemungkinan penembakan massal seperti yang terjadi di Connecticut,” ujar Juru Bicara Sekolah, Ben Horsley, seperti dikutip dari NewStraitTimes, Rabu (19/12/2012).
Seorang guru yang mengetahui hal ini langsung bertindak. “Ia segera menangkap siswa itu dan membawanya ke Kantor Kepala Sekolah,” jelas Horsley. Polisi pun dipanggil untuk menjemput anak itu dan membawanya ke tahanan.
Anak itu didakwa dengan kepemilikan senjata mematikan di aeral sekolah dan penyerangan.
"Tuduhan penyerangan berasal dari laporan bahwa ia telah melontarkan ancaman, atau melambaikan senjata secara mengancam terhadap tiga siswa lain. Peristiwa ini terjadi pada saat makan siang," kata Horsley.
Selain tuntutan pidana, anak itu juga diskors dari sekolah. “Kami menyampaikan rasa terima kasih pada para siswa yang melaporkan kejadian ini. Kami memiliki kamera untuk mengetahui hal-hal yang terjadi, tapi laporan dari para siswa tetaplah andalan sistem keamanan kami di sekolah,” lanjut Horsley.
(esn)