Gubernur Michigan akan veto undang-udang senjata
Rabu, 19 Desember 2012 - 08:10 WIB
Gubernur Michigan akan veto undang-udang senjata
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Michigan Rick Snyder mengaku akan memveto undang-undang yang memperbolehkan warga Amerika Serikat (AS) untuk membawa senjata ke sekolah-sekolah, rumah sakit, gereja, dan stadion.
Seperti dilaporkan telegram.com, keputusan Snyder ini adalah prosedur legislatif pertama yang signifikan tentang hak senjata, usai tragedi pembantaian 20 murid SD di Connecticut, akhir pekan lalu.
Namun demikian, Snyder menyatakan niatnya ini bukan didasari oleh penembakan masal di SD Sandy Hook, di Newtown, Connecticut. “Bahkan sebelum terjadi pembantaian di Newtown, saya sudah bermaksud untuk memveto undang-undang (senjata),” ujar Snyder.
Menurutnya, selama ini senjata hanya dilarang di beberapa tempat swasta, seperti bar dan bank. “Tempat umum perlu wewenang hukum yang jelas untuk melarang senjata api di tempat mereka. Itu bila mereka mau melakukannya," kata Snyder.
Sementara itu, Asosiasi Pemilik Senjata Api AS (NRA) menyatakan akan memberi kontribusi bermakna untuk mencegah terjadinya pembantaian, seperti yang terjadi di Connecticut. "NRA terdiri dari empat juta ibu dan ayah, putra dan putri. Kami terkejut dan sedih oleh berita mengerikan dan pembunuhan tidak masuk akal di Newtown," sebut pernyataan NRA.
Namun, banyak pihak yang skeptis dengan pernyataan ini. Sebab, NRA adalah salah satu kelompok yang menentang keras pembatasan senjata api di kalangan warga AS. Selama beberapa dekade, NRA telah menentang hampir semua hukum dan peraturan baru tentang kontrol senjata di tingkat nasional dan negara bagian.
Seperti dilaporkan telegram.com, keputusan Snyder ini adalah prosedur legislatif pertama yang signifikan tentang hak senjata, usai tragedi pembantaian 20 murid SD di Connecticut, akhir pekan lalu.
Namun demikian, Snyder menyatakan niatnya ini bukan didasari oleh penembakan masal di SD Sandy Hook, di Newtown, Connecticut. “Bahkan sebelum terjadi pembantaian di Newtown, saya sudah bermaksud untuk memveto undang-undang (senjata),” ujar Snyder.
Menurutnya, selama ini senjata hanya dilarang di beberapa tempat swasta, seperti bar dan bank. “Tempat umum perlu wewenang hukum yang jelas untuk melarang senjata api di tempat mereka. Itu bila mereka mau melakukannya," kata Snyder.
Sementara itu, Asosiasi Pemilik Senjata Api AS (NRA) menyatakan akan memberi kontribusi bermakna untuk mencegah terjadinya pembantaian, seperti yang terjadi di Connecticut. "NRA terdiri dari empat juta ibu dan ayah, putra dan putri. Kami terkejut dan sedih oleh berita mengerikan dan pembunuhan tidak masuk akal di Newtown," sebut pernyataan NRA.
Namun, banyak pihak yang skeptis dengan pernyataan ini. Sebab, NRA adalah salah satu kelompok yang menentang keras pembatasan senjata api di kalangan warga AS. Selama beberapa dekade, NRA telah menentang hampir semua hukum dan peraturan baru tentang kontrol senjata di tingkat nasional dan negara bagian.
(esn)