Pengaruh mendiang dua Presiden bayangi pemilu Korsel

Rabu, 19 Desember 2012 - 07:55 WIB
Pengaruh mendiang dua...
Pengaruh mendiang dua Presiden bayangi pemilu Korsel
A A A
Sindonews.com - Pemilihan umum (pemilu) Korea Selatan (Korsel) yang digelar hari ini berlangsung ketat. Park Geun-Hye, putri mantan diktator Park Chung-Hee dari partai konservatif Saenuri yang berkuasa, bersaing ketat dengan mantan kepala staf sekaligus teman dekat almarhum Presiden Roh Moo-hyun, Moon Jae-In, dari Partai Persatuan Demokrat liberal.

Tak heran, pemilu Korsel dianggap dibayang-bayangi dua presiden yang telah meninggal dunia, Park Chung-Hee yang tewas dibunuh dan Roh yang bunuh diri. Park Chung-hee merupakan sosok yang kontroversial dalam sejarah Korsel. Dia dikagumi karena memimpin negara keluar dari kemiskinan. Namun, dia juga dikecam sejumlah pihak karena dianggap bertangan besi selama 18 tahun kekuasaan militer yang dijalankannya.Hingga akhirnya dia ditembak mati oleh kepala intelijen pada 1979.

Sang anak,Park, 60, dinilai sebagai calon presiden (capres) yang diunggulkan. Selain itu ada capres ketiga, kandidat independen Ahn Cheol-soo yang keluar dari kompetisi bulan lalu dan memberikan dukungannya pada Moon. Jika menang, Park akan menjadi presiden perempuan pertama Korsel. Roh merupakan mantan pengacara hak asasi manusia yang menjanjikan awal baru ketika dia berkuasa pada 2003.

Namun,pemerintahannya berakhir berantakan lima tahun kemudian, setelah partainya terlilit skandal dan pertikaian hingga reformasi ekonominya tidak berjalan. Lima belas bulan setelah meninggalkan jabatannya, Roh bunuh diri seiring kasus penyelidikan korupsi yang hampir menyeret keluarganya.

“Park adalah putri dari simbol konservatisme Korea, sementara Moon adalah benarbenar simbol perubahan politik progresif Korea,” ungkap Hahm Chai-Bong, Presiden Institut Ilmu Kebijakan Asan di Seoul, dikutip AFP.

Jajak pendapat terakhir yang dilakukan sebelum pemilu digelar terlihat bahwa pertarungan kedua kandidat sangat ketat. Park dan Moon menghabiskan hari terakhir kampanye dengan berhenti di berbagai kota. Minggu (16/12) lalu keduanya melakukan debat ketiga kali di televisi,dengan fokus pada isuisu sosial.
(esn)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
2 Tentara AS Tewas Dirudal...
2 Tentara AS Tewas Dirudal Iran, Anggota DPR Iran: Silakan Melarikan Diri
46 menit yang lalu
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
2 jam yang lalu
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
4 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
5 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
6 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved