Saatnya penjualan senjata dibatasi
Sabtu, 15 Desember 2012 - 13:45 WIB
Saatnya penjualan senjata dibatasi
A
A
A
Sindonews.com– Penembakan massal bukan kali pertama terjadi di Amerika Serikat (AS). Sebelum Adam Lanza (20) menebar tembakan yang menewaskan 20 murid SD dan sejumlah orang dewasa di Sekolah Dasar Sandy Hook, di Newtown, Connecticut, Amerika Serikat (AS), rakyat AS masih belum melupakan peristiwa penembakan di pemutaran perdana film Batman.
Peristiwa ini terjadi pada Juli lalu dan mengakibatkan 12 orang tewas, serta melukai 58 lainnya. Pada 2007, 32 orang tewas di kampus Universitas Virginia Tech. Jauh sebelumnya, pada 1999 di Columbine High School di Littleton, Colorado, dua remaja melepaskan tembakan yang menewaskan 13 mahasiswa.
Kejadian-kejadian ini, plus insiden terbaru di Connecticut telah memicu perdebatan baru atas hukum senjata di AS. Walikota New York Michael Bloomberg, yang juga pendiri kelompok advokasi Walikota Terhadap Senjata Ilegal, mengaku terkejut mendengar kejadian ini.
“Hampir mustahil untuk percaya bahwa penembakan massal di sebuah kelas TK bisa terjadi. Kita perlu tindakan segera. Kami telah mendengar semua retorika, namun kita belum melihat kepemimpinan, baik dari Kongres maupun Gedung Putih. Hal ini harus diakhiri saat ini juga,” tandasnya.
Presiden Barack Obama sendiri mengaku tetap berkomitmen untuk mencoba memperbaharui larangan senjata serbu, demikian disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.
Peristiwa ini terjadi pada Juli lalu dan mengakibatkan 12 orang tewas, serta melukai 58 lainnya. Pada 2007, 32 orang tewas di kampus Universitas Virginia Tech. Jauh sebelumnya, pada 1999 di Columbine High School di Littleton, Colorado, dua remaja melepaskan tembakan yang menewaskan 13 mahasiswa.
Kejadian-kejadian ini, plus insiden terbaru di Connecticut telah memicu perdebatan baru atas hukum senjata di AS. Walikota New York Michael Bloomberg, yang juga pendiri kelompok advokasi Walikota Terhadap Senjata Ilegal, mengaku terkejut mendengar kejadian ini.
“Hampir mustahil untuk percaya bahwa penembakan massal di sebuah kelas TK bisa terjadi. Kita perlu tindakan segera. Kami telah mendengar semua retorika, namun kita belum melihat kepemimpinan, baik dari Kongres maupun Gedung Putih. Hal ini harus diakhiri saat ini juga,” tandasnya.
Presiden Barack Obama sendiri mengaku tetap berkomitmen untuk mencoba memperbaharui larangan senjata serbu, demikian disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jay Carney.
(esn)