Sebelum lakukan pembantaian, Lanza tembak mati ibunya
Sabtu, 15 Desember 2012 - 12:53 WIB
Sebelum lakukan pembantaian, Lanza tembak mati ibunya
A
A
A
Sindonews.com– Salah satu alasan Adam Lanza (20) melakukan pembantaian di Sekolah Dasar Sandy Hook, di Newtown, Connecticut, Amerika Serikat (AS), Jumat (14/12/2012), adalah karena sang ibu bekerja sebagai relawan di sekolah itu.
Ada beberapa versi laporan tentang kejadin ini. Ada yang menyebut Lanza menembak mati ibunya di rumah, lalu kemudian ia pergi melakukan pembantaian di SD Sandy Hook. Ada pula yang menyatakan, Lanza menembak ibunya di sekolah, lalu kemudian membantai murid-murid SD dan sejumlah orang dewasa.
Dalam serangan mematikan ini, Lanza melengkapi dirinya dengan 2 pistol dan sepucuk senapan semi otomatis. Lanza juga mengenakan rompi anti peluru.
Peluru yang dimuntahkan dari senjata-senjata inilah yang merenggut nyawa 20 murid SD Sandy Hook dan 7 orang dewasa lainnya. Ini adalah peristiwa pembantain terburuk di AS.
"Pada hari ini, kejahatan mengunjungi komunitas ini," kata Gubernur Connecticut Dannel Malloy, kepda wartawan. Malloy menjelaskan, saat ini Ryan Lanza yang juga kakak kandung pelaku, sudah berada di dalam tahanan untuk diinterogasi.
Ada beberapa versi laporan tentang kejadin ini. Ada yang menyebut Lanza menembak mati ibunya di rumah, lalu kemudian ia pergi melakukan pembantaian di SD Sandy Hook. Ada pula yang menyatakan, Lanza menembak ibunya di sekolah, lalu kemudian membantai murid-murid SD dan sejumlah orang dewasa.
Dalam serangan mematikan ini, Lanza melengkapi dirinya dengan 2 pistol dan sepucuk senapan semi otomatis. Lanza juga mengenakan rompi anti peluru.
Peluru yang dimuntahkan dari senjata-senjata inilah yang merenggut nyawa 20 murid SD Sandy Hook dan 7 orang dewasa lainnya. Ini adalah peristiwa pembantain terburuk di AS.
"Pada hari ini, kejahatan mengunjungi komunitas ini," kata Gubernur Connecticut Dannel Malloy, kepda wartawan. Malloy menjelaskan, saat ini Ryan Lanza yang juga kakak kandung pelaku, sudah berada di dalam tahanan untuk diinterogasi.
(esn)