Kongres AS ingin tutup kantor PLO di Washington DC
Jum'at, 14 Desember 2012 - 20:30 WIB
Kongres AS ingin tutup kantor PLO di Washington DC
A
A
A
Sindonews.com – Utusan PLO untuk Washington DC, Maen Areikat mengatakan, bahwa petisi yang digagas Kongres Amerika Serikat (AS) untuk menutup kantor delegasi PLO di Washington DC bisa membahayakan kepentingan AS di Timur Tengah.
"Mencoba untuk benar-benar memutuskan hubungan dengan delegasi PLO di Washington, pasti akan mempengaruhi saluran terbuka dan komunikasi antara AS dan rakyat Palestina," kata Areikat, seperti dikutip dari kantor berita Maán, Jumat (14/12/2012).
Petisi ini diedarkan di Kongres AS, sesaat setelah Palestina mendapat peningkatan status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB. Petisi itu meminta Presiden AS, Barack Obama untuk menutup kantor PLO di Washington, mengingat Konjen AS di Yerusalem menegaskan kembali komitmen AS untuk menarik dana dari setiap organisasi internasional, setelah Palestina bergabung sebagai anggota PBB.
Petisi ini disponsori oleh pemimpin Partai Republik, Ileana Ros-Lehtinen dan calon penggantinya, Edward Royce. Selain itu, ikut menjadi penggagas, anggota komite terkemuka dari Partai Demokrat, Howard Berman dan penggantinya Eliot Engel.
“Peningkatan status Palestina di PBB pada 29 November telah melanggar semangat perjanjian Oslo dan membuka pintu bagi upaya Palestina untuk menyerang, mengisolasi, dan mendelegitimasi Israel dalam berbagai forum internasional," tulis anggota parlemen AS dalam petisi itu.
Menurut Areikat, permohonan anggota parlemen itu adalah upaya Kongres untuk melemahkan pemerintah AS dalam setiap kemungkinan untuk berperan dalam masalah Palestina. ”Jumlah tanda tangan yang menumpuk dan akan meningkat dengan dukungan AIPAC. Namun, saat ini Kongres AS tengah difokuskan pada situasi ekonomi dalam negeri,” lanjutnya.
"Mencoba untuk benar-benar memutuskan hubungan dengan delegasi PLO di Washington, pasti akan mempengaruhi saluran terbuka dan komunikasi antara AS dan rakyat Palestina," kata Areikat, seperti dikutip dari kantor berita Maán, Jumat (14/12/2012).
Petisi ini diedarkan di Kongres AS, sesaat setelah Palestina mendapat peningkatan status sebagai Negara Pengamat Non Anggota di PBB. Petisi itu meminta Presiden AS, Barack Obama untuk menutup kantor PLO di Washington, mengingat Konjen AS di Yerusalem menegaskan kembali komitmen AS untuk menarik dana dari setiap organisasi internasional, setelah Palestina bergabung sebagai anggota PBB.
Petisi ini disponsori oleh pemimpin Partai Republik, Ileana Ros-Lehtinen dan calon penggantinya, Edward Royce. Selain itu, ikut menjadi penggagas, anggota komite terkemuka dari Partai Demokrat, Howard Berman dan penggantinya Eliot Engel.
“Peningkatan status Palestina di PBB pada 29 November telah melanggar semangat perjanjian Oslo dan membuka pintu bagi upaya Palestina untuk menyerang, mengisolasi, dan mendelegitimasi Israel dalam berbagai forum internasional," tulis anggota parlemen AS dalam petisi itu.
Menurut Areikat, permohonan anggota parlemen itu adalah upaya Kongres untuk melemahkan pemerintah AS dalam setiap kemungkinan untuk berperan dalam masalah Palestina. ”Jumlah tanda tangan yang menumpuk dan akan meningkat dengan dukungan AIPAC. Namun, saat ini Kongres AS tengah difokuskan pada situasi ekonomi dalam negeri,” lanjutnya.
(esn)