Obama tak akan calonkan Rice sebagai Menlu AS
Jum'at, 14 Desember 2012 - 18:54 WIB
Obama tak akan calonkan Rice sebagai Menlu AS
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengaku tak akan mencalonkan Susan Rice sebagai Menteri Luar Negeri pada kabinet pemerintahan berikutnya. Penegasan ini mengakhiri spekulasi soal peluang Rice untuk menggantikan posisi Menlu AS saat ini, Hillary Clinton. Rice sendiri saat ini menjabat sebagai Duta Besar AS untuk PBB.
"Hari ini, saya berbicara dengan Duta Besar Susan Rice dan ia menerima keputusan untuk menghapus namanya dari pertimbangan sebagai Menteri Luar Negeri," kata Obama dalam sebuah pernyataan, Kamis (13/12/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Sebagian pengamat menilai, keputusan Obama ini menunjukan bahwa ia tunduk pada tekanan beberapa Senator dari Partai Republik, yang memang tak setuju bila Rice duduk di kursi Menlu AS pada kabinet mendatang.
Saat Obama kembali terpilih menjadi Presiden AS, banyak kalangan menilai Rice adalah kandidat kuat untuk menjadi diplomat tertinggi negara adi daya itu. Namun, Rice mendapat serangan kritik dari Partai Republik atas pernyataannya yang menyebut serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya, September silam adalah tindakan spontan atas sebuah film buatan AS yang merendahkan Nabi Muhammad SAW.
Kritikus mengatakan, komentar Rice itu meremehkan adanya bukti serangan teroris yang terjadi hanya beberapa pekan sebelum agenda pemilihan Presiden AS. Pemerintahan Obama kemudian mengakui, bahwa serangan yang menewaskan 4 warga AS, termasuk Duta Besar Christopher Stevens itu sebagai aksi teroris yang dilakukan oleh militan yang terkait dengan Al-Qaeda.
"Hari ini, saya berbicara dengan Duta Besar Susan Rice dan ia menerima keputusan untuk menghapus namanya dari pertimbangan sebagai Menteri Luar Negeri," kata Obama dalam sebuah pernyataan, Kamis (13/12/2012), seperti dikutip dari Xinhua.
Sebagian pengamat menilai, keputusan Obama ini menunjukan bahwa ia tunduk pada tekanan beberapa Senator dari Partai Republik, yang memang tak setuju bila Rice duduk di kursi Menlu AS pada kabinet mendatang.
Saat Obama kembali terpilih menjadi Presiden AS, banyak kalangan menilai Rice adalah kandidat kuat untuk menjadi diplomat tertinggi negara adi daya itu. Namun, Rice mendapat serangan kritik dari Partai Republik atas pernyataannya yang menyebut serangan di konsulat AS di Benghazi, Libya, September silam adalah tindakan spontan atas sebuah film buatan AS yang merendahkan Nabi Muhammad SAW.
Kritikus mengatakan, komentar Rice itu meremehkan adanya bukti serangan teroris yang terjadi hanya beberapa pekan sebelum agenda pemilihan Presiden AS. Pemerintahan Obama kemudian mengakui, bahwa serangan yang menewaskan 4 warga AS, termasuk Duta Besar Christopher Stevens itu sebagai aksi teroris yang dilakukan oleh militan yang terkait dengan Al-Qaeda.
(esn)