Pemerintah Suriah bantah gunakan rudal Scud
Jum'at, 14 Desember 2012 - 17:59 WIB
Pemerintah Suriah bantah gunakan rudal Scud
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah membantah telah menggunakan rudal Scud dalam pertikaian dengan kaum pemberontak. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Suriah menyatakan, tuduhan itu sama sekali tidak berdasar dan bertujuan merusak citra Suriah dan posisi Pemerintahan Presiden Bashar al-Assad dalam masyarakat internasional.
"Harus diketahui, bahwa rudal Scud, rudal strategis, dan rudal jangka panjang tidak digunakan dalam memerangi geng-geng teroris bersenjata," kata pernyataan Kemenlu Suriah, seperti dikutip dari kantor berita SANA, Jumat (14/12/2012).
Kemenlu Suriah menegaskan, bahwa rudal-rudal belum digunakan terhadap kelompok bersenjata, meskipun kaum pemberontak telah menggunakan persenjataan canggih dalam melawan pasukan Pemerintah Suriah.
Menurut Kemenlu Suriah, tuduhan ini dilontarkan oleh lingkaran tendensius, khususnya di Turki dan negara-negara mitranya dalam konspirasi terhadap Suriah. Sebelumnya, Pemerintah Suriah juga membantah keras telah menggunakan senjata kimia dalam perang melawan kaum pemberontak.
Pada pertengahan pekan ini, seorang pejabat NATO membenarkan kalau bahwa sejumlah rudal jarak pendek dan rudal balistik telah digunakan dalam pertikaian bersaudara di Suriah.
"Dinas intelijen sekutu telah melakukan pengawasan dan pengintaian. Kami juga telah mendeteksi sejumlah peluncuran rudal jarak pendek dan rudal balistik dalam wilayah Suriah pekan ini," kata di pejabat NATO.
"Harus diketahui, bahwa rudal Scud, rudal strategis, dan rudal jangka panjang tidak digunakan dalam memerangi geng-geng teroris bersenjata," kata pernyataan Kemenlu Suriah, seperti dikutip dari kantor berita SANA, Jumat (14/12/2012).
Kemenlu Suriah menegaskan, bahwa rudal-rudal belum digunakan terhadap kelompok bersenjata, meskipun kaum pemberontak telah menggunakan persenjataan canggih dalam melawan pasukan Pemerintah Suriah.
Menurut Kemenlu Suriah, tuduhan ini dilontarkan oleh lingkaran tendensius, khususnya di Turki dan negara-negara mitranya dalam konspirasi terhadap Suriah. Sebelumnya, Pemerintah Suriah juga membantah keras telah menggunakan senjata kimia dalam perang melawan kaum pemberontak.
Pada pertengahan pekan ini, seorang pejabat NATO membenarkan kalau bahwa sejumlah rudal jarak pendek dan rudal balistik telah digunakan dalam pertikaian bersaudara di Suriah.
"Dinas intelijen sekutu telah melakukan pengawasan dan pengintaian. Kami juga telah mendeteksi sejumlah peluncuran rudal jarak pendek dan rudal balistik dalam wilayah Suriah pekan ini," kata di pejabat NATO.
(esn)