Militan Thailand incar kaum guru
Jum'at, 14 Desember 2012 - 17:25 WIB
Militan Thailand incar kaum guru
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Thailand berjanji untuk memperketat keamanan bagi para guru di wilayah Selatan negara itu. Pernyataan ini disampaikan Pemerintah Thailand menyusul beredarnya selebaran dari kaum militan yang berisi ancaman terhadap kaum pendidik di Thailand.
Ancaman ini telah menyebabkan banyak sekolah ditutup, karena para guru khawatir dengan keselamatan mereka. Selebaran ini beredar bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra ke wilayah Selatan.
"Pejabat harus mengintensifkan langkah-langkah keamanan bagi para guru. Kaum pendidik sering menjadi sasaran militan yang melihat sistem pendidikan di Thailand sebagai upaya pemerintah untuk memaksakan kebudayaan Budha,” jelas Menteri Pendidikan Thailand, Phongthep Thepkanjana, seperti dikutip dari New Straits Times, Jumat (14/12/2012).
Pada Selasa 11 Desember, dua guru ditembak mati oleh kaum militan. "Kita harus serius meningkatkan keamanan bagi para guru," lanjut Thepkanjana. Ia meminta pemerintah memberi pengamaman pada 20 ribu guru di wilayah tersebut. “Jika ini dilakukan, awal pekan depan sekolah-sekolah bisa kembali dibuka,” tambahnya.
Ancaman ini telah menyebabkan banyak sekolah ditutup, karena para guru khawatir dengan keselamatan mereka. Selebaran ini beredar bertepatan dengan kunjungan Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra ke wilayah Selatan.
"Pejabat harus mengintensifkan langkah-langkah keamanan bagi para guru. Kaum pendidik sering menjadi sasaran militan yang melihat sistem pendidikan di Thailand sebagai upaya pemerintah untuk memaksakan kebudayaan Budha,” jelas Menteri Pendidikan Thailand, Phongthep Thepkanjana, seperti dikutip dari New Straits Times, Jumat (14/12/2012).
Pada Selasa 11 Desember, dua guru ditembak mati oleh kaum militan. "Kita harus serius meningkatkan keamanan bagi para guru," lanjut Thepkanjana. Ia meminta pemerintah memberi pengamaman pada 20 ribu guru di wilayah tersebut. “Jika ini dilakukan, awal pekan depan sekolah-sekolah bisa kembali dibuka,” tambahnya.
(esn)